Kerajinan Batik Gemawang Motif Biji Kopi Di Semarang

0 172

Kerajinan Batik Gemawang Motif Biji Kopi Di Semarang

Menikmati selembar batik selalu menghadirkan aneka rasa. Melihat ceceg demi ceceg yang ditorehkan pembatik dengan canting dan aroma lilin malam, menegaskan makna batik (mbaka satitik, mbaka sathithik), setitik demi setitik juga sedikit demi sedikit, menghargai suatu proses bukan hanya hasil yang bersifat instant.

Mampir sejenak di Kopi Banaran di ruas jalan raya Semarang-Yogya antara Ambarawa dan Magelang, pengunjung dapat menikmati etalase batik cantik lengkap dengan mbakyu pembatiknya. Batik Gemawang adalah batik yang dihasilkan oleh komunitas perajin batik yang bernaung di bawah panji Nyi Ageng Pandanaran di Desa Gemawang, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Salah satu ciri khas batik Gemawang adalah pola kopi, selembar batik yang mengangkat potensi lokal daerah setempat.

Batik Gemawang Motif Biji Kopi

Biji kopi adalah bagian tanaman yang bernilai ekonomi paling tinggi. Perjalanan panjang dilalui oleh biji kopi untuk mempersembahkan bubuk kopi yang dirindu penikmatnya. Mulai dari proses pengelupasan basah, pengelupasan kering hingga harus rela masuk ke dalam sistem pencernakan musang alias luwak. [bukankah harga kopi luwak begitu tinggi] Sang biji harus melalui proses disangrai hingga dikuliti cangkangnya. Panas dan tekanan tinggi dilewati demi menghasilkan bubuk kopi.

Belum selesai, untuk menguji keharuman aroma kopi sang bubuk harus rela diseduh air panas. Konon semakin panas air seduhan semakin wangi aroma kopinya. Tak heran salah satu filosofi kopi adalah semakin menguar keharumannya oleh siraman air panas. Pribadi kopi adalah pribadi yang tahan tekanan, yang mewangi oleh aneka ujian tekanan dan panas.

Perajin batik Gemawang melukiskan filosofi biji kopi ini dalam salah satu motif batik yang dikerjakan. Sambil menorehkan cantingnya pembatik melukiskan harapannya akan penghargaan penikmat batik atas kerja keras dan proses panjang menghasilkan selembar batik tulis. Lantunan doa yang sama kiranya keharuman kopi menguar dari pribadi pemakainya. Kearifan lokal pengungkit wisata dalam selembar batik.

Source https://www.kompasiana.com https://www.kompasiana.com/nprih/596a14db42bc3a06d349c492/filosofi-kopi-dalam-selembar-batik-gemawang
Comments
Loading...