Kerajinan Batik Gondho Arum Khas Banyuwangi

0 122

Kerajinan Batik Gondho Arum Khas Banyuwangi

Banyuwangi punya rumah produksi batik Gondho Arum. Di sana, pemilik rumah produksi berani membuat modifikasi motif dan bentuk motif baru, tanpa menghilangkan ciri khas batik Banyuwangi.

Rumah produksi dengan tagline: Batik Gandrung Khas Banyuwangi ini selain berani membuat motif baru, juga memiliki ciri khas karakter pewarnaan yang kuat.

Susiyati (48), pemilik rumah produksi Gondho Arum menjelaskan. Dari puluhan motif batik yang dibuat, dia berani memadukan tujuh sampai sembilan warna dalam satu motif kain batik. Semakin banyak layer warna dibuat, maka proses produksinya akan memakan waktu lebih lama.

“Yang paling banyak warna itu, jenis semi tulis. Itu ada 7 sampai 9 warna. Kalau yang jenis tulis sampai setengah bulan, kalau sembilan warna. Kalau yang colet (cetak) seminggu jadi,” ujar Susi kepada Merdeka Banyuwangi,

 

Saat ditemui di kediamannya, Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, bagian depan rumahnya di desain menjadi semacam butik untuk menjual produksi batiknya.

Saat pertama masuk, ada beragam model kain batik yang ditata berjajar dengan rak-rak kayu. Mulai jenis batik cap, semi tulis dan tulis (canting).

Soal pewarnaan, Susi menjelaskan, di rumah produksi Gondho Arum ada yang menggunakan pewarna alam dan sintetis.

Proses produksi batik dengan pewarna alam, membutuhkan waktu lama. Terutama proses membuat pewarna alam dari daun dan pepohonan, sampai produksi. Hal ini membuat batik dengan pewarna alam, mencapai harga paling tinggi.

“Harganya stam (cap) antara Rp 75 sampai Rp 100. Kalau yang semi tulis Rp 100 ke atas. Kalau yang tulis Rp 450, ada lima ratus, enam ratus. Kalau pewarna alam sampai satu juta,” ujarnya.

Comments
Loading...