Kerajinan Batik Karya Difabel Di Boyolali

0 281

Kerajinan Batik Karya Difabel Di Boyolali

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian pernah melansir data di Indonesia, jumlah perusahaan batik mencapai 50 ribu dengan penyerapan tenaga kerja hingga ratusan ribu karyawan. Salah satu pengrajin batik di kota Boyolali, adalah seorang penyandang difabel, Ayu Tri Handayani. Ayu tampak sibuk membatik selembar kain di rumahnya di Ngemplak, Boyolali, tak jauh dari Perbatasan Solo-Boyolali. Dengan jari jemari di kaki kanannya, Ayu memegang canting atau kuas untuk membatik. Meski menggunakan kaki, Ayu tampak lincah berulang kali mencelupkan canting ke cairan panas dan mengoleskannya ke selembar kain putih.

Menurut Ayu, dulu dirinya sering menjadi bahan ejekan karena menjadi penyandang difabel. Kini Ayu mampu membatik dan sudah membuat batik lebih dari 50 lembar bernilai belasan juta rupiah perlembarnya.

“Saya belajar membatik di sekolahan. Di sekolahan (kita) ada penyaringan anak, ‘kan semua dilatih membatik. Saya terpilih dari empat anak yang dianggap semangat membatik. Dari situ awal mula saya menekuni membatik,” lanjut Ayu.

“Saya kemudian sering membatik, ikut pameran. Awalnya saya tidak begitu tertarik membatik, tapi lama-lama dicoba, ternyata saya enjoy juga. Kesulitan membatik dengan kaki ini, ya nggak ada, sudah terbiasa. Kadangkala saya kena tumpahan lilin panas ini. Saya butuh waktu satu tahun untuk melatih kelancaran membatik dengan kaki ini,” tambahnya. Menurut Ayu, untuk satu lembar kain batik ukuran dua meter, dibutuhkan waktu sekitar satu bulan, kadang lebih, agar natinya layak dijual.

“Batik saya ini, baru kali ini yang paling mahal dibeli. Biasanya harga dibawah 10 juta rupiah per lembar, ini malah 15 juta rupiah per lembar. Bagi saya sebagai penyandang difabel, pantang menyerah, kejar terus mimpi dan harapan. Saya pengin ketemu Pak Jokowi dan memberikan batik karya saya untuk beliau,” kata Ayu.

Sambil membatik, Ayu tampak bersemangat bercerita menekuni ketrampilan ini. Ayu menunjukkan berbagai foto saat pameran batik dan dikunjungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga para pejabat negara dan pejabat daerah lainnya. Guratan-guratan motif batik dari coretan pensil diperjelas Ayu dengan sapuan cairan lilin panas dalam canting Batik yang dijepit diantara jemari kakinya. Sementara itu, salah seorang sahabat Ayu, Chintya, mengaku bangga dengan ketrampilan dan semangat berkarya yang dimiliki Ayu.

Source https://www.voaindonesia.com https://www.voaindonesia.com/a/pembatik-penyandang-difabel-dari-ejekan-hingga-karya-batik-bernilai-jutaan/2469821.html
Comments
Loading...