Kerajinan Batik Karya Mahasiswa UGM Di Yogyakarta

0 249

Kerajinan Batik Karya Mahasiswa UGM Di Yogyakarta

Setiap daerah mempunyai corak dan motif khas dalam membuat kerajinan kain batik. Sehingga, sebuah karya batik biasanya akan dapat mudah dikenali dari daerah mana ia berasal jika mengetahui ciri khususnya. Adalah sejumlah mahasiswa Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada yang membuat motif batik jaringan tubuh makhluk hidup (histologi).

Keindahan pola batik histologi ini merupakan kreasi Amalia Rani Setyawati, Suci Ardini Widyaningsih, Nisa Karima, Nurulita Ainun Alma, dan hilda Dwi Mahardiani. Ide membuat batik histologi ini mengantar kelimanya meraih dana DIKTI tahun 2013, dalam Program Kretifitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K).

“Kami memilih gambar jaringan tubuh makhluk hidup karena memang belum ada yang memakainya sebagai motif batik. Selain itu, jaringan tubuh memiliki bentuk yang bagus sehingga cocok dituangkan menjadi motif batik,”  ujar Nisa.
Ide awal pembuatan batik bermotif jaringan tubuh ini bermula, ketika ia dan keempat rekannya mempelajari histologi di semester awal perkuliahan. Sang dosen menjelaskan tentang berbagai struktur jaringan tubuh, salah satunya alat penyaring darah di ginjal atau ginjal glumerulus.
“Waktu itu, dijelaskan struktur ginjal glumerulus dan bentuknya memang indah. Sehingga, beliau berkata struktur ginjal tersebut bagus kalau misalnya dituangkan menjadi motif batik. Dari pengalaman itu kami mulai pembuatan kreasi batik histologi ini,” paparnya. Saat ini, Kumahragyan batik diproduksi dalam dua desain yakni motif muskuloskeletal dan motif fertilisasi-implantasi dengan berbagai warna. Motif muskuloskeletal menggambarkan sistem pergerakan otot, rangka, dan tulang. Sedangkan motif fertilisasi-implantasi merefleksikan proses pembuahan dan penempelan janin dalam dinding rahim.
Kumahargyan batik dibuat dengan berbagai warna yang berbeda. Untuk motif muskuloskeletal tersedia dalam lima warna yaitu ungu aquatic, ungu putih, biru merah, hijau aquatic, dan orange pink. Sementara itu, motif fertilisasi-implantasi dibuat dua warna yaitu gradasi merah dan gradasi coklat hijau.  “Sebetulnya ada lima desain yang kita rencanakan, tetapi setelah survei ke teman-teman dua motif tadi yang paling banyak disuka. Bersumber gambar atlas histologi, kami gambar ulang dan kreasikan dua jaringan tersebut dalam motif batik,” kata Nisa.

Ditambahkan Hilda, Kumahargyan batik diproduksi dalam jumlah terbatas pada setiap warna. Dengan begitu, konsumen tidak perlu merasa khawatir batik yang digunakan adalah pasaran. Untuk memperolehnya bisa melakukan pemesanan secara online di laman  Facebook Kumahargyan Batik atau twitter @kumahargyan.

Untuk motif muskuloskeletal dibanderol dengan harga Rp145.000 per dua meter. Sedangkan motif fertilisasi-implantasi dihargai Rp165.000 per dua meter. “Batik ini dibuat dengan metode cap semi tulis. Proses produksinya dilakukan secara kemitraan dengan pengrajin batik di daerah Pandak Bantul, Yogyakarta,” kata Nisa.
Selain motif yang unik dan orisinal, Kumahargyan batik juga menjadi media pendidikan bagi masyarakat untuk lebih mengenal jaringan tubuh. Dari setiap pembelian batik, konsumen bisa mendapatkan informasi mengenai arti pola histologi, perannya dalam menjalankan fungsi kehidupan, tips kesehatan, serta penyakit yang terkait dengan jaringan tubuh tersebut.
Source https://www.viva.co.id https://www.viva.co.id/berita/bisnis/516881-kala-mahasiswa-fakultas-kedokteran-berkreasi-dalam-kain-batik
Comments
Loading...