Kerajinan Batik Khas Bogor

0 188

Sentra Kerajinan Batik

Berawal dari upaya untuk membantu sejumlah pembatik yang menjadi korban gempa bumi di Yogyakarta, Siswaya Syamhudi, yang menjadi pengurus Paguyuban Orang Yogyakarta di Jakarta dan Bogor, bersama kawan-kawan mengadakan bakti sosial di lokasi gempa. Kembali ke Bogor, Siswaya dan istrinya, Rukayah, membawa serta empat perajin batik yang menjadi korban gempa.

Sambil berupaya merintis usaha batik di Kota Bogor, Siswaya dan Rukayah juga berharap bisa memberdayakan keempat perajin batik asal Yogyakarta tersebut. Dengan modal awal sekitar Rp 150 juta, hasil menjual rumah dan mobil, keduanya membatik bersama dengan empat pembatik asal Yogyakarta tersebut.

Jadilah mereka membatik dengan motif-motif yang berbeda dengan batik daerah lain, misalnya motif rusa, Tugu Kujang, bunga bangkai, dan daun talas. Karena Bogor dikenal sebagai ”Kota Hujan”, Siswaya juga membuat motif batik hujan gerimis.

Ketelatenan dan kerja keras mereka membuahkan hasil. Siswaya yang semula karyawan sebuah bank perkreditan di Bogor dan Rukayah yang sebelumnya bekerja di sebuah pabrik garmen kemudian dikenal sebagai pelopor perajin batik di Kota Bogor.

Pembatik yang dimulai dengan empat orang kini terus bertambah menjadi 30 orang. Sebagian besar pembatik di tempat usaha mereka adalah kaum muda. ”Bagi kami, angka 13 itu merupakan keberuntungan.” Pasalnya, keduanya memulai usaha batik di Bogor pada 13 Januari 2008. Batik hasil karya mereka tak hanya dikenal warga setempat, tetapi juga dijadikan cendera mata oleh wisatawan lokal dan asing. ”Wisatawan biasanya datang langsung ke galeri dan bengkel batik kami,” kata Siswaya

Source Kerajinan Batik Khas Bogor Kerajinan Batik Khas Bogor
Comments
Loading...