Kerajinan Batik Khas Di Ungaran

0 92

Kerajinan Batik Khas Di Ungaran

Setelah berjalan enam bulan, Anis Hermawati sempat ingin mengakhiri usahanya dalam membuat batik. Sebab, ia merasa merugi besar karena jumlah penjualan batik karyanya yang sangat rendah.

Namun secara perlahan keadaan tersebut mulai berubah, Anis berhasil melewati masa-masa krisis lam berwirausaha. Segala jenis permasalahan yang pernah ia alami kini berbuah manis.

“Saya bingung antara lanjut atau mundur. Kalau lanjut saya nggak tahu cara bayar karyawan ke depan, kalau mundur, bagaimana itu nasib tumpukan kain yang di gudang. Akhirnya saya menjual perhiasan supaya bisa melanjutkan usaha,” jelas Anis.

Sejak mendirikan usaha pada 2010 silam, terhitung sudah ratusan desain berhasil ia ciptakan. Galeri Batik Adisty milik Anis yang beralamat di Desa Susukan, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, kini kerap menjadi tuan rumah untuk kunjungan wisata edukasi batik.

“Semua ini saya mulai secara otodidak. Tidak terhitung berapa jumlah seminar, pameran dan workshop batik yang saya ikuti saat awal-awal belajar membatik. Jadi kalau sekarang bisa seperti ini ya saya bersyukur, sebab ini adalah kerja keras yang sudah saya perjuangkan,” jelas Anis.

Di dalam galeri yang berada di samping rumah Anis, tampak ribuan kain batik terpajang rapi. Berkesempatan melihat-lihat batik karya Anis yang sebagian besar bernuansa alam dan didominasi warna hijau, merah maroon, abu-abu dan cokelat.

“Soal harga, sehelai kain batik berukuran 200 X 115 cm, kami jual mulai harga Rp 250 ribu Hingga Rp 5 juta. Motif khas batik galeri adalah corak bernuansa alam yang meliputi Cemara Sewu, Baru Klinting, Bucket Bunga, Bunga Akasia, Sejar Jagad, dan Candi Gedong Songo,” jelas Anis.

“Soal perbedaan harga tidak membedakan kualitas yang kami buat. Semua kami buat yang terbaik dan terbatas, maksimal satu desain untuk tiga kain. Namun yang jadi pembeda adalah jenis kain dan tingkat kesulitan corak,” imbuhnya.

Di halaman rumah Anis kini sedang dibangun dua gazebo berukuran 3 X4 meter. Nantinya, tempat tersebut akan dijadikan tempat latihan membatik jika kunjungan wisata edukasi batik di galerinya.

“Sering ada kunjungan, baik dari instansi maupun organisasi kewanitaan. Selain kunjungan, mereka sekaligus mencari kain batik di galeri kami. Nah nanti kalau ada gazebo, biar pengunjung yang datang itu bisa melihat dan mencoba proses membatik,” jelas Anis.

Selain memamerkan hasil karya di Galeri Anis juga memiliki akun Instagram untuk promosi yang bernama @adistybatikpenggaron . Sedangkan jenis batik yang dibuat meliputi batik tulis, cap, dan kombinasi.

“Proses pembatikan bisa dalam hitungan 3-4 hari, tetapi juga bisa sampai sebulan. Kain kami yang bermotif Sekar Jagad, misalnya, itu bisa satu bulan. Apalagi kalau custom pesanan khusus, kalau rumit juga bisa lebih lama,” jelas Anis.

Ia menjelaskan tak pernah memasang target tiap bulan dalam hal penjualan. Ia percaya bahwa batik buatannya sudah mempunyai penikmat tersendiri.

“Rata-rata dalam sebulan kami menjual 75-100 helai. Misal ada pesanan khusus bisa lebih. Pokoknya ya jalan saja, promosi pasti ada, tetapi ya biar mengalir saja. Sebab saya yakin pasti bisa,” papar Anis.

Bahkan, sejumlah Menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah membeli batik milik Anis. Mulai dari Menteri BUMN Rini Soemarno hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Salah satu hal yang membuat batik kami dikenal adalah Keikutsertaan kami di berbagai pameran. Nah dari situ, beberapa menteri pernah membeli dan pesan langsung. Ada Bu Rini Soemarno, Bu Sri Mulyani dan Bu Retno Marsudi. Bahkan tiap ada desain baru selalu saya kabari via WhatsApp atau jika ada pesanan khusus,” tandasnya.

Source https://finance.detik.com https://finance.detik.com/solusiukm/d-4438272/batik-khas-ungaran-ini-jadi-idola-rini-soemarno-hingga-sri-mulyani
Comments
Loading...