Kerajinan Batik Majapahit Di Mojokerto

0 447

Kerajinan Batik Majapahit Di Mojokerto

Setiap daerah memiliki batik dengan ciri khas masing-masing, termasuk batik tulis hasil kerajinan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten MojokertoKain batik tulis dengan motif lambang Kerajaan Majapahit dan pernak perniknya ini, diandalkan bisa bersaing di pasar nasional hingga internasional. Untuk bisa bersaing di pasar, para perajin terus berinovasi baik dari sisi desain maupun kualitas batik manual ini.

Yuni Hernina, salah satu perajin batik tulis Majapahit asal Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, menuturkan, beberapa motif yang dipakai adalah lambang Surya Majapahit, uang China kuno serta pohon dan buah maja.

“Kalau dulu batik tulis Majapahit identik dengan warga dasar cokelat, sekarang disesuaikan dengan keinginan para konsumen, tapi tidak menghilangkan motif dasar Majapahit. Selain itu dalam perkembanganya sekarang, banyak yang meminta motif tanaman dan alam,” terang Nina.

Harga batik tulis Majapahit dipatok dari Rp 80 ribu hingga Rp 3,5 juta per potongkain. Sementara penjualanya paling banyak di Bali, Jakarta dan Sumatera.Sementara untuk tenaga kerja, para perajin didampingi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro. Salah satunya dengan memberikan pelatihan bagi warga yang memiliki bakat mengerjakan batik tulis.

Kepala Dinas Koperasi Yoko Priyono mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah membantu dalam pemasaran. Sebab selama ini selain terkendala kualitas hasil kerajinan, pemasaran juga masih butuh pengembangan yang lebih luas.

“Terus kita dorong para perajin untuk selalu berinovasi supaya menghasilkan kerajinan batik tulis berkualitas tinggi. Pemasaran juga terus kita bantu melalui berbagai cara, baik formal maupun nonformal. Termasuk melalui pameran yang dilaksankan di berbagai daerah,” terang Yoko.

Beberapa ibu ibu yang mengikuti pelatihan batik mengaku memilih belajar batik untuk menjaga dan mengenalkan sejarah kejayaan Majapahit.”Saya tertarik belajar batik tulis Majapahit untuk menjaga dan melestarikan budaya dan sejarah Majapahit. Supaya anak cucu kita nanti tau kalau dulunya Kerajaan Majapahit pernah berjaya di Mojokerto,” kata Susanti, warga Kecamatan Dawarblandong.

Source https://www.merdeka.com https://www.merdeka.com/peristiwa/batik-majapahit-berinovasi-biar-bisa-terus-bersaing.html?utm_source=Detail%20Page&utm_medium=Berita%20Terkait&utm_campaign=Mdk-Berita-Terkait
Comments
Loading...