Kerajinan Batik Motif Grompol Di Kalasan

0 180

Kerajinan Batik Motif Grompol Di Kalasan

Pemilik usaha batik Sekaring Jagat, Kalasan, Haryadi mengalami penurunan omset tahun ini sekitar 30 persenan, dibanding tahun lalu.

“Ya karena bahan bakunya naik, harga batiknya pun kami naikan. Karena itu pelanggan menurunkan jumlah pesanan,” tuturnya. Haryadi sendiri enggan menyebutkan angka pasti perubahan omset perusahaannya. Ia menyampaikan, kenaikan bahan baku sebesar 40 persen cukup membebani usahanya.

Kondisi ini juga cukup mengancam kelangsungan pengrajin batik tulis. Ia mengemukakan, para pengrajin bisa tidak berkarya, jika pihaknya sulit mendapatkan bahan baku.

Usaha milik Haryadi sendiri bergerak dengan memberdayakan masyarakat. Ia mengirimkan bahan baku pada pengrajin batik tulis di desa-desa untuk diolah menjadi barang jadi.

Saat ini jenis material yang mengalami kenaikan harga paling tinggi adalah benang sutra. Itu pun impor dari Cina dengan harga Rp 120 sampai Rp 130 per meter. Padahal tahun lalu harganya masih Rp 85 sampai Rp 95 ribu.

Batik Motif Grompol

Grompol dalam bahasa jawa memiliki arti berkumpul atau bersatu, yang melambangkan harapan orang tua akan hal yang baik berkumpul yaitu rejeki, kebahagiaan, kerukunan hidup dan keluarga pengantin.

Selain itu Grompol juga bermakna harapan yang melambangkan supaya kedua mempelai untuk dapat berkumpul menjadi satu atau untuk mengingat keluarga besar mereka sat kemana pun mereka pergi.

Source https://www.kamerabudaya.com https://www.kamerabudaya.com/2016/10/inilah-macam-macam-batik-jogja.html
Comments
Loading...