Kerajinan Batik Motif Gula Kacang Dan Wedang Ronde Di Salatiga

0 139

Kerajinan Batik Motif Gula Kacang Dan Wedang Ronde Di Salatiga

Selama ini, batik tulis identik dengan corak yang sesuai pakem Jawa. Namun, seiring perkembangan zaman, muncul inovasi agar batik tetap bisa digunakan generasi muda. Salah satunya membuat batik yang motifnya sesuai dengan oleh-oleh khas Salatiga, yakni Gula Kacang dan Wedang Ronde.

Sosok yang memulai motif baru ini adalah Chusnulia Wardhani, warga Pungkursari, Salatiga. yang akrab dipanggil Dhani ini memiliki Galeri Omah Dhani yang berada di Sraten, tepatnya tikungan Patung Gajah.

Dalam galeri itu, ada berbagai macam karya kerajinan. Namun, diakui Dhani, jika tidak semua adalah produksinya, melainkan produk para pengusaha UMKM. Produk yang dipajang selain batik, antara lain cermin dengan motif sandal, kerajinan bathok kelapa, hingga rak bermotif batik. Bahkan ada minuman obat tradisional seperti jus bawang putih.

“Saya asli Salatiga dan dulu sekolah di SMA Kristen Satya Wacana sebelum melanjutkan kuliah di Malang,” terang Dhani memulai kisahnya.

Selepas kuliah, ia mengadu peruntungan ke Jakarta dan berhasil diterima bekerja di sebuah perusahaan swasta. Ia pun bertahan sampai dengan 16 tahun dan sudah memiliki posisi yang lumayan.

Namun ia merasa ingin berubah, dan akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya dan tinggal di Salatiga. Ia memilih berbisnis batik. Setelah memilah – milah motif yang akan dibuat, akhirnya ia mendapatkan ide beberapa, yakni batik Ikan Wader, Wedang Ronde dan Gula Kacang.

Dhani pun merangkul pembatik untuk merealisasikan ide desain yang dibuatnya. Proses itu berjalan selama dua tahun. Setelah selesai, ternyata idenya mendapatkan respons masyarakat dan terbukti desainnya selalu habis dibeli para konsumen.

Ia tetap berusaha menjaga kualitas dengan membuat batik tulis dan bukan printing. Harganya pun tidak terlalu mahal, yakni sekitar Rp 195 ribu per helai kain. Di sisi lain, ia juga sudah mendaftarkan paten atas idenya Hak Atas Kekayaan Intelektual (Haki). Bahkan ia berencana membuat kampung batik di tempat tinggal lainnya yang berada di Kecamatan Kecandran. “Ide ini sudah dikomunikasikan ke beberapa pihak dan mendapatkan dukungan,” jelas perempuan yang mudah akrab ini.

Source http://radarsemarang.com http://radarsemarang.com/2017/11/01/bikin-batik-gula-kacang-dan-wedang-ronde/
Comments
Loading...