Kerajinan Batik Motif Gurda Di Sukoharjo

0 185

Kerajinan Batik Motif Gurda Di Sukoharjo

Kehadiran pewarna alami semakin menjadi pilihan masyarakat dalam proses pembuatan batik. Ini terlihat jelas dari meningkatnya permintaan pewarna alami UNS Ecody. Pewarna hasil riset Prof Dr Suyitno dan beberapa rekan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini dikembangkan bersama CV Indigo Biru Baru di Bulu Kecamatan Tawangsari Sukoharjo.

Selain memproduksi batik dan kain, Indigo juga membuat bahan-bahan pewarna alami yang ramah lingjungan. Pewarna alami didapat dari tumbuh-tumbuhan, salah satunya Indigofera tinctoria yang menghasilkan warna biru. Semula Indigofera hanya ditanam di lahan seluas 2,5 hektar yang terpencar di Sukoharjo.

“Sekarang lahan yang ditanami sudah semakin luas mencapai 20 hektar. Selain di Sukoharjo juga ditanam petani di daerah Sine Ngawi Jawa Timur,” jelas Riyanti Puji Astuti.

Batik Motif Gurda

Gurda berasal dari kata garuda yang merupakan burung besar dan gagah. Masyarakat Jawa percaya bahwa burung garuda mempunyai kedudukan yang sangat penting. Bentuk motif gurda ini terdiri dari dua buah sayap yang pada bagian tengahnya terdapat badan dan ekor.

Kepercayaan masyarakat Jawa di masa lalu, memandang Garuda sebagai kendaraan Batara Wisnu yang dikenal sebagai Dewa Matahari. Garuda menjadi tunggangan Batara Wisnu dan dijadikan sebagai lambang matahari. Disamping sebagai simbol kehidupan, Garuda, juga merupakan simbol kejantanan. Wajar kalau para supporter sepak bola kita punya semboyan: “Garuda di Dadaku.”

Source http://modelbajubatikid.com http://modelbajubatikid.com/filosofi-batik/
Comments
Loading...