Kerajinan Batik Motif Kemerdekaan Di Banyumas

0 294

Kerajinan Batik Motif Kemerdekaan Di Banyumas

Menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, suasana gegap gempita menyambut hari proklamasi kerap menggema di seluruh nusantara. Berbagai cara dan gaya dilakukan segenap anak bangsa untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-71, dengan kreativitas yang unik dan menarik. Seperti yang dilakukan rumah batik Hadi Priyanto di Jalan Mruyung Banyumas Jawa Tengah. Rumah batik yang kini dikelola Slamet Hadi Priyanto membuat motif unik untuk menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia, yakni motif lomba tujuh belasan dan juga baris berbaris.

Slamet mengemukakan, ide untuk membuat motif tersebut datang begitu saja. “Motif ini saya bikin khusus untuk menyambut hari kemerdekaan, dan juga produksinya terbatas hanya beberapa lembar saja,” ujarnya. Dia menjelaskan, untuk memproduksi batik khas tujuh belasan tersebut, membutuhkan waktu minimal dua bulan. Proses tersebut meliputi pembuatan desain hingga menjadi bentuk lembaran batik.

Batik motif unik tersebut, ditulis menggunakan canting di atas lembaran kain berukuran 105 sentimeter dengan panjang 215 sentimeter. “Untuk batik motif tujuh belasan ini, sudah kali kedua kami buat. Tahun lalu, hanya ada satu motif saja, yakni motif lomba tujuh belasan,” jelasnya.


Dalam motif lomba tujuh belasan, berbagai lomba unik khas kemerdekaan di kampung-kampung dan kota di Indonesia dilukiskan. Meski bermotif tujuh belasan, ciri khas batik banyumasan dengan warna dasar gelap tidak lantas ditinggalkannya.

“Tetap batik banyumasan. Hanya gambarnya banyak motif, ada lomba makan kerupuk, panjat pinang, lomba kelereng sampai gebuk bantal ada di dalam motif batik. Kalau untuk tahun ini, motif ditambah satu lagi, yakni upacara bendera dan baris berbaris,” katanya yang menekuni batik dari ayahnya. Tahun ini, rumah batiknya hanya memproduksi sebanyak delapan lembar kain batik untuk motif tujuh belasan. Kondisi tersebut, jelasnya, berbeda dengan tahun lalu, karena jumlah produksinya hanya lima lembar.

“Jadi memang sangat terbatas. Di samping waktu yang mepet, memang tidak banyak orang yang membeli, kecuali hanya kolektor batik,” ucapnya.

Untuk harga, Slamet menjual batik tulis motif tujuh belasan tersebut seharga Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta. Variasi harga tersebut, lanjutnya, dibedakan menurut kasar dan halusnya kain dan gambar. “Kalau kasar lebih murah dibanding yang halus,” ucapnya.
Meski hanya diminati kalangan tertentu, batik motif tujuh belasan ini selalu habis dijual. “Saat ini saja tersisa satu kain, kemarin sudah habis semua,” ucapnya.

Walau laris dijual, Slamet mengakui, hingga kini masih ingin terus mengeksplorasi motif-motif batik yang disesuaikan momen atau waktu spesial. “Setiap momen spesial, seperti valentine atau Natal, kami selalu mengeluarkan batik edisi khusus. Ini dilakukan, memang karena saya cinta dengan seni batik,” tuturnya.

Source https://www.merdeka.com https://www.merdeka.com/peristiwa/perajin-batik-banyumas-buat-motif-khusus-sambut-kemerdekaan.html
Comments
Loading...