Kerajinan Batik Motif Parang Di Sukoharjo

0 132

Kerajinan Batik Motif Parang Di Sukoharjo

Kehadiran pewarna alami semakin menjadi pilihan masyarakat dalam proses pembuatan batik. Ini terlihat jelas dari meningkatnya permintaan pewarna alami UNS Ecody. Pewarna hasil riset Prof Dr Suyitno dan beberapa rekan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini dikembangkan bersama CV Indigo Biru Baru di Bulu Kecamatan Tawangsari Sukoharjo.

Selain memproduksi batik dan kain, Indigo juga membuat bahan-bahan pewarna alami yang ramah lingjungan. Pewarna alami didapat dari tumbuh-tumbuhan, salah satunya Indigofera tinctoria yang menghasilkan warna biru. Semula Indigofera hanya ditanam di lahan seluas 2,5 hektar yang terpencar di Sukoharjo.

“Sekarang lahan yang ditanami sudah semakin luas mencapai 20 hektar. Selain di Sukoharjo juga ditanam petani di daerah Sine Ngawi Jawa Timur,” jelas Riyanti Puji Astuti.

Batik Motif Parang

Motif parang ini memiliki filosofi dan ‘aturan’ untuk pemakainya. Motif parang yang sederhana namun warnanya tajam melambangkan ketajaman berpikir dan kepemimpinan. Motif parang ini termasuk ragam hias larangan, artinya hanya raja dan kerabatnya diijinkan memakai. Besar kecilnya motif parang juga menyimbolkan status sosial pemakainya di dalam lingkungan kerajaan. Ukuran motif parang pun diatur karena motif ini termasuk salah satu motif yang dibuat secara khusus.

Source https://batikusuka.wordpress.com https://batikusuka.wordpress.com/2015/01/22/mengenal-motif-batik-serta-filosofinya/
Comments
Loading...