Kerajinan Batik Motif Sawat Di Sukoharjo

0 161

Kerajinan Batik Motif Sawat Di Sukoharjo

Kehadiran pewarna alami semakin menjadi pilihan masyarakat dalam proses pembuatan batik. Ini terlihat jelas dari meningkatnya permintaan pewarna alami UNS Ecody. Pewarna hasil riset Prof Dr Suyitno dan beberapa rekan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini dikembangkan bersama CV Indigo Biru Baru di Bulu Kecamatan Tawangsari Sukoharjo.

Selain memproduksi batik dan kain, Indigo juga membuat bahan-bahan pewarna alami yang ramah lingjungan. Pewarna alami didapat dari tumbuh-tumbuhan, salah satunya Indigofera tinctoria yang menghasilkan warna biru. Semula Indigofera hanya ditanam di lahan seluas 2,5 hektar yang terpencar di Sukoharjo.

“Sekarang lahan yang ditanami sudah semakin luas mencapai 20 hektar. Selain di Sukoharjo juga ditanam petani di daerah Sine Ngawi Jawa Timur,” jelas Riyanti Puji Astuti.

Batik Motif Sawat

Sawat berarti melempar. Pada zaman dulu, orang Jawa percaya dengan para dewa sebagai kekuatan yang mengendalikan alam semesta. Salah satu dewa tersebut adalah Batara Indra. Dewa ini mempunyai senjata yang tersebut wajra atau bajra, yangberarti pula thathit (kilat). Senjata pusaka tersebut digunabgan dengan cara melemparkannya (Jawa: nyawatake).

Bentuk senjata Batara Indra tersebut mempunyai seekor ular yang bertaring tajam serta bersayap (Jawa: mawa lar). Bila dilemparkan ke udara, senjata ini akan menyambar-nyambar dan mengeluarkan suara yang sangat keras dan menakutkan.

Walaupun menakutkan, wajra juga mendatangkan kegembiraan sebab dianggap sebgai pembawa hujan. Senjata pusaka Batara Indra ini diwujudkan ke dalam motif batik berupa sebelah sayap dengan harapan agar si pemakai selalu mendapat perlindungan dalam kehidupannya.

Source http://modelbajubatikid.com http://modelbajubatikid.com/filosofi-batik/
Comments
Loading...