Kerajinan Batik Motif Sinjai Menton Di Solo

0 134

Kerajinan Batik Motif Sinjai Menton Di Solo

Kampung Batik Laweyan merupakan salah satu sentra batik yang ada di kota Solo. Laweyan merupakan salah satu kampung tua di kota Solo, drug yang kini juga menjadi nama kelurahan dan Kecamatan di kota Solo. Kampung ini sudah ada sejak abad ke-14 pada jaman kerajaan Pajang. Laweyan berasal dari kata Lawe yang berarti benang dari kapas yang dipintal, purchase karena pada jaman itu tempat tersebut merupakan sentra pembuatan kain. Hingga saat ini Laweyan terkenal menjadi sentra batik dan kain terutama di kota Solo dengan salah satu perajinnya Bu Sulastri.

Memasuki kampung Laweyan seakan memasuki kota lama dengan pemandangan arsitektur lama yang masih kokoh berdiri. Banyak rumah-rumah di Laweyan yang dibangun dengan sentuhan arsitektur Eropa yang megah dan kokoh. Rumah-rumah tersebut merupakan kediaman para saudagar batik pada jaman dahulu. Kekayaan mereka bahkan melampaui para bangsawan, sehingga tidak heran mereka bisa membangun istana mereka sendiri.

Batik Motif Sinjai Menton

Sinjang menton artinya kain batik yang dipergunakan untuk upacara mantu atau perkawinan. Mengingat hajatan mantu bagi masyarakat Jawa merupakan hajatan besar maka tidak sembarangan kain batik yang boleh dipakai. Mulai dari prosesi panembung (melamar), kain batik sudah menunjukkan status keluarga yang memakainya. Misalnya, kain batik semenan menandakan yang memakainya dari golongan priyayi. Dalam upacara penyerahan “paningsat”, calon mempelai laki-laki memakai kain batik motif “satrio manah” dan calon mempelai wanita mengenakan kain batik “semen rante”. Pada saat menjelang ijab pernikahan mempelai menggunakan motif “wahyu temurun” dimalam “widodareni”, orang tua mempelai memakai motif “cakar”. Orang tua pengantin menggunakan motif “truntum” sedangkan pengantin memakai motif “sidomulyo, sidomukti, raturatih”. Apabila dalam perkawinan anak terjadi “langkahan” saudara pengantin yang lebih tua, maka dilakukan upacara “langkahan” dimana sang pengantin menyerahkan kain batik“langkahan” berupa kain lurik motif “liwatan” kepada saudara tuanya.

Source http://batikdan.blogspot.com http://batikdan.blogspot.com/2011/07/batik-sinjang-menton.html
Comments
Loading...