Kerajinan Batik Motif “Tolak Angin” Di Aceh

0 235

Kerajinan Batik Motif “Tolak Angin” Di Aceh

Desa Meusanah Manyang di Kabupaten Aceh Besar dikenal sebagai sentra batik di provinsi tersebut. Salah satu pemilik sentra batik di aceh adalah Aris Wahyu M. Sebagian besar masyarakat memakainya baik untuk kegiatan formal maupun non-formal. Sejarah batik aceh yang belum terungkap tidak menyurutkan mereka untuk melestarikannya. Bahkan selepas tsunami tahun 2004, pemerintah Aceh gencar melakukan beberapa pelatihan. Selain dengan tangan, batik aceh juga dibuat dengan cap, sablon, maupun printing.

Keunikan yang tampak dari Batik Aceh adalah motifnya yang kaya akan unsur budaya dan alam di aceh. Selanjutnya, para perajin juga tidak sungkan untuk memberi sentuhan warna yang beragam. Maka tak heran kalau motif batik aceh dipenuhi dengan warna hijau, merah, kuning, biru, dan lain sebagainya. Namun, kita akan jarang atau nyaris tidak mendapati motif binatang dalam batik aceh. Pemakaian pola binatang dinilai bertentangan dengan syariat Islam yang melarang pemakaian mahluk bernyawa.

Seperti yang telah disebutkan, penerapan syariat Islam yang kuat ternyata mempengaruhi motif pada Batik Aceh. Kendati demikian, nuansa islami ternyata mempengaruhi motif pada batik. Misalnya pola melingkar, sulur, dan garis yang menghiasi kain-kain Batik Aceh. Hal tersebut tentunya memperkaya serta mempercantik tampilan Batik Aceh.

Batik Motif Tolak Angin

Tolak Angin. Motif ini sama-sama terinspirasi dari bagian rumah tradisional Aceh, seperti halnya Pintu AcehTolak Angin terilhami dari jumlah ventilasi rumah tradisonal Aceh yang cukup banyak. Hal tadi juga mencerminkan kepribadian masyarakat Aceh. Orang-orang di sana cenderung mudah dalam menerima perbedaan di tengah masyarakat satu sama lain.

Source Kerajinan Batik Motif "Tolak Angin" Di Aceh Kerajinan Batik Motif "Tolak Angin" Di Aceh
Comments
Loading...