Kerajinan Batik Motif Wahyu Tumurun Di Yogyakarta

0 156

Kerajinan Batik Motif Wahyu Tumurun Di Yogyakarta

Warga padukuhan Kepek 1, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, mulai mengembangkan kerajinan batik beberapa tahun terakhir. Tak ada perbedaan dengan dusun lain di pusat kota yang memiliki gang sempit, dan rumah berdempetan. Tetapi satu ciri khas Dusun Kepek 1 adalah beberapa rumah warga di cat model batik sejak tahun 2016 lalu. Warga sekitar pun membuat batik tulis dan cap.

Seperti Sumarni yang pada 2012 lalu telah memasuki masa purna tugas sebagai guru SD, dia diperkenalkan batik terjadi saat ia mendapat pelatihan dari tetangganya. Setelah mengikuti pelatihan itu, ia langsung memutuskan terjun ke usaha pembuatan batik tulis dan cap.

“Kebetulan saat pensiun, saya memang berniat membuka usaha,”katanya. Setiap hari, di sela kesehariannya, Sumarni bersama ibu lainnya yang tergabung dalam paguyuban bertaman Budi Kepek membuat kain batik. Di Dusun Kepek 1, warga membuat motif batik Manding dan Gendis. “Ada batik cap dan batik tulis, sekarang sudah banyak pesanan,” ucapnya.

Batik Motif Wahyu Tumurun

Batik dengan motif wahyu tumurun merupakan salah satu motif yang sering dipakai. Motif ini banyak disukai karena keindahan pola dan filosofinya yang mendalam. Kita dapat mengenali motif ini dengan mudah dari kekhususan polanya. Lihat saja pada pola motif utamanya. Pola mahkota terbang tampak lebih menonjol dengan tambahan motif sepasang ayam atau burung yang berhadap-hadapan. Di dalam mahkota biasa diberi isen bunga-bunga. Sebagai motif tambahan, ada yang membubuhkan berbagai pola tumbuh-tumbuhan yang bersemi, atau dalam ragam batik lebih dikenal dengan motif semen. Bisa juga dihiasi motif bunga-bunga yang bersebaran atau truntum, motif ukel, sogan, juga granitan. Motif tambahan ini sebagai variasi dari motif utama wahyu tumurun.

Source https://fitinline.com https://fitinline.com/article/read/keunikan-makna-filosofi-batik-klasik-motif-wahyu-tumurun/
Comments
Loading...