Kerajinan Batik Motif Yuyu Sekandang Di Solo

0 139

Kerajinan Batik Motif Yuyu Sekandang Di Solo

Kampung Batik Laweyan merupakan salah satu sentra batik yang ada di kota Solo. Laweyan merupakan salah satu kampung tua di kota Solo, drug yang kini juga menjadi nama kelurahan dan Kecamatan di kota Solo. Kampung ini sudah ada sejak abad ke-14 pada jaman kerajaan Pajang. Laweyan berasal dari kata Lawe yang berarti benang dari kapas yang dipintal, purchase karena pada jaman itu tempat tersebut merupakan sentra pembuatan kain. Hingga saat ini Laweyan terkenal menjadi sentra batik dan kain terutama di kota Solo dengan salah satu perajinnya Bu Sulastri.

Memasuki kampung Laweyan seakan memasuki kota lama dengan pemandangan arsitektur lama yang masih kokoh berdiri. Banyak rumah-rumah di Laweyan yang dibangun dengan sentuhan arsitektur Eropa yang megah dan kokoh. Rumah-rumah tersebut merupakan kediaman para saudagar batik pada jaman dahulu. Kekayaan mereka bahkan melampaui para bangsawan, sehingga tidak heran mereka bisa membangun istana mereka sendiri.

Batik Motif Yuyu Sekandang

Batik motif yuyu sekandang biasanya digunakan untuk upacara tingkeban atau mitoni. Acara mitoni diadakan untuk wanita yang sedang mengandung 7 (tujuh) bulan. Dalam tradisi ini, masyarakat Jawa (terutama Surakarta) memakai 7 (tujuh) macam motif batik yang berbeda dan salah satunya adalah kain batik bermotif yuyu sekandang, dengan makna agar pada saat melahirkan nanti semudah orang berganti busana (prucat-prucut). Penggunaan motif ini juga sebagai lambang harapan agar si anak yang masih di dalam kandungan kelak dikaruniai rejeki berlimpah, mempunyai banyak anak seperti yuyu (kepiting).

Source https://fitinline.com https://fitinline.com/article/read/keunikan-makna-filosofi-batik-klasik-motif-yuyu-sekandang/
Comments
Loading...