Kerajinan Batik Muba Di Banyuasin

0 322

Kerajinan Batik Muba Di Banyuasin

Peringatan Hari Batik Nasional, sangat semarak terlihat di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Selain, memang di Bumi Serasan Sekate telah menerapkan mengenakan pakaian batik bagi pegawai Pemkab, Instansi Vertikal di Hari Kamis, dalam peringatan hari batik ini, batik Muba saat ini juga semakin populer di Masyarakat.

Menurut salah satu pengrajin Batik Muba, Hasma dari Desa Tanjung Agung Timur, Kecamatan Lais, Batik merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Muba termasuk salah satu dari sekian daerah di Indonesia yang memiliki seni kerajinan batik.

“Batik khas muba memiliki ciri khas yang unik, baik dari segi warna maupun motifnya. Bahan batik diambil dari khas muba, yaitu ikan tengkeleso, daun gambir, durian pecah, dan kembang bunga,” ujar pengrajin binaan Dekranasda Muba dan  Dinas Disperindag Muba ini.

Hasna mengakui, untuk melakukan pekerjaan atau pembuatan Tenun Tajung dan batik ini, dilakukan butuh kesabaran dan teliti, jika tidak hasilnya tidak bagus. Dan waktu yang diperlukan untuk membuat satu meternya memerlukan waktu seharian, dalam melakukan pembuatan Tenun Tajung tersebut.

Ia juga mengatakan untuk melakukan pekerjaan Tenun Tajung ini harus menyayangi, dan mencintai budaya tenun khas muba ini, apabila tidak dicintai budaya ini akan hilang dengan sendirinya.

“Hasil Tenun Tajung dan batik ini dipasarkan melalui  pameran, Seperti dengan mengikuti Muba Expo mengajak masyarakat untuk semakin mencintai batik melalui ajang. Tenunan ini juga sudah mengikuti Pameran  Korea, Serbia, Jerman, dan Cina,” ujarnya

Senada diutarakan Zaironas (38), penenun dari Kecamatan Sekayu, seusai melakukan tenun mengatakan,  tenun tanjung dan batik khas muba ini untuk mendukung program Pemerintah untuk semakin mencintai serta melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa.

“Untuk  Tenun Tajung  panjang harganya mulai dari Rp.200.000-, sampai 525.000-, harganya disesuaikan dengan bahannya dan modelnya. Untuk batik laki-laki harganya bekisar 175.000 sampai 350.000. selain itu juga ada tas batik, tas dari bahan songket, Jumputan dan tanjak,” bebernya.

Ia juga berharap, hasil tenunan kami ini dapat dikenal dan juga dipakai  oleh Dinas-dinas, instansi, dan sekolah-sekolah hasil tenun tanjung khas Muba ini.

Source https://www.beritamuba.com https://www.beritamuba.com/baca-4-1615.html
Comments
Loading...