Kerajinan Batik Suluk Di Asahan, Sumatera Utara

0 315

Kerajinan Batik Suluk Di Asahan, Sumatera Utara

Nilai yang terkandung didalam batik adalah hasil peninggalan nenek moyang diyakini memiliki makna mendalam  terkait motif, corak sampai proses pembuatannya yang tidak sembarang. Pengakuan dunia Internasional oleh United Nations Educational Scientific Cultural Organization (UNESCO) terkait warisan mata budaya Indonesia itu mengangkat akar kebudayaan daerah kita.

Hal tersebutlah yang  membuat Syahrial Simangunsong  putra asli daerah yang tertarik untuk merintis usaha batik sebagai bagian dari kerajinan produktif kerifan lokal di Kabupaten Asahan. Dia menamakan kerajinan tersebut sebagai Batik Suluk.

Nama Suluk diambil dari lokasi pembuatannya yang berada di Jalan Suluk Gang Keluarga Linkungan VII Kelurahan Mutiara Kecamatan Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan. Hasil kerajinan batik Suluk ini berjenis batik cap kombinasi tulis dimana teknik pembuatannya dilakukan dengan kombinasi proses batik tulis murni dan batik cap.

“Batik merupakan identitas bangsa Indonesia. Saya berpikir kenapa tidak membuatnya di Asahan dengan mengedepankan ciri khasnya Asahan seperti kerang, tepak dan daun sirih,”ujarnya.

Jadilah pertama Syahrial memulai bisnisnya ini dengan modal seadanya dan semangat kelompok pengrajin batik yang sebelumnya telah mendapatkan modal pelatihan. Syahrial bersama kelompoknya mendesain sendiri motif batik yang diproduksinya. Selain motif, Syahrial juga memperkaya warna dengan pilihan-pilihan yang disukainya. Hal itu dilakukannya setelah mempelajari selera pasar dalam waktu agak lama.

Ia meyakini, kualitas batiknya dapat diterima pasar. Kini, dalam sebulan untuk menciptakan satu batik suluk dapat dikerjakan dalam waktu seminggu tergantung kesulitan motif yang dipesan. Untuk satu helai produksi batik cap dan tulis suluk dihargai mulai Rp 150 – Rp 500 ribu.

“Sementara, untuk saat ini pemasarannya baru di wilayah Asahan melalui media sosial, dan pasar tradisional maupun modern yang ada di kota Kisaran,” ujarnya.

Selain dibuat dari tangan para pembatik, mahalnya harga batik tulis disebabkan tekstur batik yang dihasilkan sangat halus. Hal itu terjadi karena pada saat proses pembuatan batik dengan menggunakan canting dilakukan dengan cukup hati-hati. Maka tidak heran  proses pembuatan batik tulis memerlukan waktu yang cukup lama.

Syahrial juga menambahkan, dalam proses penjualan ianya bekerjasama dengan lembaga sosial One Care. Galih Swikamahardika kepala cabang One Care Kisaran mengatakan dari hasil keuntungan atas penjualan batik suluk tersebut sebahagian disisihkan untuk donasi amal kemanusiaan.

“Jadi selain membeli batik suluk yang merupakan hasil kerajinan daerah khas Asahan ini, bisa sekalian beramal yang disisihkan dari sebahagian keuntungan hasil penjualannya,”ujarnya.

Source http://kisaran.online http://kisaran.online/berita/2018/01/09/117/batik-suluk-rintis-kearifan-lokal-asahan
Comments
Loading...