Kerajinan Batik Tenun Tolaki Di Sulawesi Tenggara

0 181

Kerajinan Batik Tenun Tolaki Di Sulawesi Tenggara

Hampir di setiap daerah di Indonesia memiliki berbagai macam ciri motif batik yang khas. Tak terkecuali di Sulawesi Tenggara, terdapat pula batik tenun yang bernama motif Tolaki. Batik tenun Tolaki ini merupakan primadona kain tenun khas Sulawesi Tenggara. Motif Tolaki ini memiliki ciri khas benang emas yang membentuk garis halus dan ada aksen bunga kecil-kecil.

“Motif yang terkenal di masyarakat Tolaki adalah ragam hias mua. Dan pewarnaannya meliputi jingga muda, biru laut, kuning susu dan merah samar,” kata Nasrullah, owner KSU Sutra Adat Sulawesi Tenggara, ketika ditemui Sureplus.id di sela pameran Batik Bordir dan Aksesoris 2018 di Grand City Mall, Surabaya.

Nasrullah mengatakan, corak kain tenun tersebut corak hujan panas, karena ada aksen benang emas yang berkilat di badan kain. “Jika kita punya kain itu membentuk garis lurus, kita menyebutnya sebagai tenun atau songket selit,” tuturnya.

Dari segi pemakaian dan finishing produk, tenun Nasrullah menggunakan tiga teknik tenun. Yakni Alat ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin), Gadokan dan ATM (Alat Tenun Mesin) mesin tenun. “ATBM dan Gadokan itu menggunakan teknik manual tradisional sedangkan ATM mesin menggunakan alat teknologi yang canggih menggunakan tenaga listrik,” lanjutnya.

Ia menambahkan, teknik menggunakn mesin ATM ialah cara yang paling cepat. Sedangkan kalau menggunakan teknik manual macam ATBM dan Gadokan memerlukan waktu yang cukup lama untuk sekali proses pengerjaannya.

Pria asli putra daerah Konawe ini menjelaskan bagaimana tata cara menenun dengan standar yang ia terapkan kepada karyawan. Pertama benang maskres sutra dengan tipe 80/2 diwarnai dengan pewarna alami, seperti dedaunan dan getah kulit kayu, lalu barulah proses penenunan menggunakan ketiga teknik tadi.

“Karena dulu bahannya mengkilat tidak soft seperti sekarang. Dan nilai jualnya pun terbilang rendah. Karena turis-turis itu sukannya warna-warna yang soft, natural dan tidak mencolok. Saya memasang harga 150 sampai 2 juta rupiah perhelai kain,” terang pria dua putri ini.

Kini berkat usahannya, UKM yang berdomisili di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara ini, meraup pendapatan paling sedikit Rp 10 juta per bulan, sedangkan kalau lagi ramai bisa mencapai Rp 50 juta.

Nasrullah berharap, bisa lebih meningkatkan lagi produknya. Karena beberapa bulan terakhir ia baru saja menggunakan mesin ATM, jadi peningkatan produktivitasnnya sedikit terbantu. Dan tentunya juga membantu meningkatkan segi penghasilan. Dan UKM yang ia kelola ini juga bekerja sama dengan perancang-perancang dan pengrajin tenun di seluruh Sulawesi.

“Dulu kita produksi 1.500 kain. Sekarang kita usahakan bagaimana caranya kita bisa meningkat sampai 3.000 kain. Kita juga menjalin relasi dengan yang lainnya, sebagaimana caranya supaya provinsi lain dan negara lain semakin tertarik dengan kain tenun khas Sulawesi Tenggara,” tutupnya.

Source https://www.sureplus.id https://www.sureplus.id/2018/05/12/menilik-batik-tenun-tolaki-primadona-khas-sulawesi-tenggara/
Comments
Loading...