Kerajinan Batik Tirta Intanpari Di Solo

0 121

Kerajinan Batik Tirta Intanpari Di Solo

Kampung Batik Laweyan merupakan salah satu sentra batik yang ada di kota Solo. Laweyan merupakan salah satu kampung tua di kota Solo, drug yang kini juga menjadi nama kelurahan dan Kecamatan di kota Solo. Kampung ini sudah ada sejak abad ke-14 pada jaman kerajaan Pajang. Laweyan berasal dari kata Lawe yang berarti benang dari kapas yang dipintal, purchase karena pada jaman itu tempat tersebut merupakan sentra pembuatan kain. Hingga saat ini Laweyan terkenal menjadi sentra batik dan kain terutama di kota Solo dengan salah satu perajinnya Bu Sulastri.

Memasuki kampung Laweyan seakan memasuki kota lama dengan pemandangan arsitektur lama yang masih kokoh berdiri. Banyak rumah-rumah di Laweyan yang dibangun dengan sentuhan arsitektur Eropa yang megah dan kokoh. Rumah-rumah tersebut merupakan kediaman para saudagar batik pada jaman dahulu. Kekayaan mereka bahkan melampaui para bangsawan, sehingga tidak heran mereka bisa membangun istana mereka sendiri.

Batik Tirta Intanpari

Motif batik tirta intanpari ini menjadi pemicu para pengrajin batik untuk paling tidak memiliki sebuah konsep bagaimana batiknya mampu memiliki kualitas yang baik dan motif yang menarik. Sekarang let’s go kita mendalami motif batik Tirta Intanpari tersebut. sebenarnya motif ini tidak terlalu rumit dalam pembuatannya, namun dari segi kreatifitas dan ide, sangat pantas apabila motif ini menjadi lomba sayembara. Muhammad Qomar, pencipta karya Tirta Intanpari ini, merupakan salah seorang peserta sayembara yang berhasil menggabungkan desain batik konvensional dengan corak pesanan juri, yakni Candi Cetho dan Gunung Lawu.

Source https://infobatik.id https://infobatik.id/batik-solo-batik-tulis-tirta-intanpari-karanganyar/
Comments
Loading...