Kerajinan Batik Tulis “Puri” Di Pacitan

0 180

Kerajinan Batik Tulis “Puri” Di Pacitan

Modal Hanya 2 Lembar Mori, Kini Karyawan 40 Orang Puji Hariati dan Hemi Suyatmono, bukan saja pasangan suami-istri yang serasi. Melainkan, warga Desa Cokrokembang, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, itu juga merupakan sepasang tim kerja yang kompak. Keduanya berhasil mengembangkan usaha kerajinan batik tulis yang diberi nama Kerajian Batik Tulis ”Puri”Di Usaha Kerajinan Batik Tulis ”Puri” tersebut, Puji Hariati menangani bagian produksi, sedangkan Hemi Suyatmono menangani bagian pemasaran.

Dalam praktik memang tidak sulit benar karena Hemi juga membantu pada urusan produksi dan Puji juga membantu pada urusan pemasaran produk. Namun, pembagian tugasnya jelas: Puji bertanggungjawab pada bagian produksi dan Hemi bertanggungjawab pada bagian pemasaran. Hasil dari kerjasama yang baik itu, Usaha Kerajinan Batik Tulis ”Puri” berkembang pesat. Setiap hari bisa berproduksi, pemasarannya pun relatif lancar. Bahkan, usaha rumahan tersebut kini telah mampu mempekerjakan sebanyak 40 orang karyawan. Pemasarannya pun tak hanya dilakukan di butiknya di rumah, tetapi dilakukan juga melalui jaringan.

Berkat kerjasama dengan para relasi di berbagai daerah, pemasaran produk pun tak hanya seputar Pulau Jawa, tetapi sudah melebar ke luar Pulau Jawa, seperti Kalimantan dan Sumatera. Padahal, di awal usahanya dulu, oleh ibu kandung Puji Hariati, keduanya hanya diberi modal berupa dua lembar kain mori sebagai bahan untuk mulai mbatik.

Hasilnya tidak hanya dapat untuk menghidupi keluarga sendiri, tetapi juga mampu memberikan penghasilan kepada sekitar 40 orang yang menjadi karyawannya. Puji mengatakan, karyawan sekitar 40 orang itu terbagi dua: karyawan tetap dan karyawan borongan. Karyawan tetapnya berjumlah 10 orang, sisanya karyawan borongan. Karyawan tetap bekerja di rumah produksi milik Puji dan Hemi.

Pekerjaan mereka adalah memroses kain yang sudah dibatik, memberi warna kain batik. Karyawan borongan, yang berjumlah lebih dari 30 orang, pekerjaannya adalah mbatik. Mereka bekerja di rumah masing-masing. Kain mereka bawa pulang untuk dibatik. Kalau batiknya selesai, dibawa ke rumah produksi lagi untuk diberi warna. ”Karyawan tetap digaji harian. Kerjanya pukul 08.00-4.30. Gajinya Rp 25.000/orang/hari. Kalau yang mbatik(karyawan borongan, Red), ya kita lihat batikannya. Gajinya Rp 20.000-Rp 25.000/potong. Bahkan, ada yang Rp 15.000/potong kalau batikannya belum bagus. Mereka mbatikdi rumah masing-masing karena ibu-ibu itu kerjanya.

Source http://bekerjamerdeka.blogspot.co.id http://bekerjamerdeka.blogspot.co.id/2012/05/usaha-kerajian-batik-tulis-puri-di.html
Comments
Loading...