Kerajinan Batok Kelapa Di Karangasem, Bali

0 485

Kerajinan Batok Kelapa Di Karangasem, Bali

Pasangan suami istri Dewa Gede Sutha dan Eka Lestari mampu mengkreasi batok kelapa menjadi sebuah alat yang biasanya digunakan upacara. Satu di antaranya, keban atau sakoshi (tempat bantenan), piring, bokoran, dulan (tempat buah) dan lain-lain.

Warga asal Dusun Wiliang, Desa/Kecamatan Abang, Karangasem, Sutha mengaku usaha kerajinan tangan ini dirintis untuk membantu dan membangun perekonomian masyarakat sekitar. Sutha menambahkan, imbalan yang diberikan jumlahnya tidak tentu. Terkadang mereka mendapat imbalan sekitar Rp 30 ribu, jika kreasi berupa bakoshi/keban. Juga Rp 5.000 untuk kreasi ranjang.

”Pokoknya imbalan membuat alat tersebut berbeda-beda. Belum lagi harga membuat dulan dan bokoran,” kata dia. ”Biasanya kalau hari libur, anak-anak banyak yang bekerja di sini. Paling hanya beberapa jam mereka sudah bisa mendapat uang untuk bekal sekolah,” jelas istri Sutha, Eka Lestari.

Lestari menjelaskan kerajinan tangan batok kelapa sangat diminati. Jumlah penjualan terbilang tinggi. Ia mengungkapkan bahan mentah biasanya didatangkan langsung dari Tabanan.

Disebutkan harga kerajinan berbeda-beda. Jika sakoshi harganya hingga Rp 150 ribu dan ukuran kecil Rp 125 ribu. Untuk piring Rp 10 ribu, bokoran Rp 40 ribu, dan dulan dijual hingga Rp 350 ribu. ”Biasanya pesanan dari pasar lebih banyak. Kadang ada yang pesan hingga 50 buah. Saat ini bahan mentah belum datang. Jadi aktivitas masih terlihat,” jelas Lestari.

Source Kerajinan Batok Kelapa Di Karangasem, Bali Kerajinan Batok Kelapa Di Karangasem, Bali
Comments
Loading...