Kerajinan Batok Kelapa Di Medan

0 386

Kerajinan Batok Kelapa Di medan

Tempurung atau batok kelapa semakin memiliki nilai ekonomis. Bahkan limbah yang biasanya terbuang-buang ini, kini bisa diciptakan beragam jenis karya yang unik dan indah. Tidak itu saja, dengan sentuhan Siswo Purdiancoro pemilik usaha kerajinan batok kelapa dengan label Azbil Handicraft, yang beralamat di Jalan Binjai Km 10 Gang Damai Lorong 6  ini, batok kelapa ini juga sudah disuplai ke cafe dan dijadikan sebagai wadah tempat makanan.

Siswo, yang memulai usaha ini sejak satu tahun lalu menuturkan sedianya dia hanya membuat kerajinan bunga bonsai dari akar-akaran. Namun ini hanya sebagai penghasilan tambahan dan belakangan terkendala bahan baku.

Hingga suatu ketika dia melamun dan melihat mertuanya menyusun-nyusun batok kelapa. Dari sini saya terinspirasi. Kenapa tidak mencoba. Begitu malam  saya membawa batok kelapa dan  grenda, dan piloks ke tempat kerja. Saat itu saya masih bekerja sebagai satpam, ujarnya.
Dari sini, sambungnya dia bisa membuat dua pot bunga dalam satu malam dari batok kelapa tersebut. Rekan kerjanya yang masuk pagi dan menyaksikan karyanya ini pun tertarik serta menawarnya.

Sejak saat itulah saya mulai tertarik untuk mengembangkannya. Kita lebih khusus ke bunganya. Setiap produk yang kita buat seperti cangkir ada motif bunganya, ciri khasnya bunga, katanya di sela-sela Pekan Informasi Nasional (PIN) di Lapangan Merdeka.

Siswo menyebutkan, beragam produk telah dibuatnya setahun terakhir. Bahkan sudah tidak ingat lagi berapa jumlahnya. Mulai dari asesoris semisal gantungan kunci, cangkir, mangkok, kotak tissue, bunga dan lainnya.

Membuat beragam karya tersebut, Siswo mengaku mengalinya dari hobbi. Dasarnya dari hobbi sejak SD memang sudah suka buat kerajinan. Bermacam-macam, mulai dari sabun, kayu yang di buat nama, tanggal lahir dan bintang. Terus kertas yang dihancurkan, bebernya.

Tidak itu saja, dia juga pernah menjadi anggota musik drumband. Namun semuanya saya lepas dan memilih menjadi pekerja. Tetapi untuk kerajinan tangan dijadikan sebagai sampingan, ujarnya seraya menambahkan, dia fokus menjadikan usaha kerajinannya sebagai bisnis sejak setahun terakhir. Saat itu, belum ada niat untuk menjadikannya sebagai bisnis. Hanya sampingan dan hobbi saja. Namun sekarang sudah fokus dan menjadikannya sebagai sumber penghasilan keluarga, katanya.

Dia merintis usaha tersebut dengan modal awal sekitar Rp 50 ribu saja. Itu pun untuk kebutuhan pendukung seperti vernis, sedangkan bahan baku utamanya, tempurung  dia tidak membelinya. Namun seiring berkembang dan banyaknya perajin batok kelapa, bahan baku pun tidak lagi gratis.

Kendati sudah serius, Siswo mengtakan kalau dia masih tergantung pesanan. Disamping itu, hingga saat ini dia belum memiliki tenaga kerja yang bisa membantunya berproduksi. Pemasarannya masih tergantung pesanan. Tapi sudah ada dua cafe di Medan yang sudah memesan produk kita dan menjadikannya sebagai wadah makanan. Seperti mangkok dan cangkir. Seperti Sobat (Soto Batok), tambahnya.

Kafe tersebut sebutnya sudah mengoder ratusan produk dari Azbil Handicraft ini. Seperti sendok, cangkir mangkok dan juga asesoris lain seperti bunga. Kita yang suplai, ujar Siswo. Dengan serba keterbatasn ini, Siswo mengaku, dalam seminggu baru bisa membuat puluhan item produk saja. Kendati belum bisnisnya begitu besar, selain berproduksi Siswo juga sudah beberapa kali memberikan pelatihan di Tanjungbalai untuk mengolah batok kelapa. Tentunya agar batok kelapa bisa memiliki nilai yang lebih ekonomis.

Sejauh ini, Siswo mematok harga produknya mulai dari Rp 1.500 hingga ratusan ribu, tergantung jenis dan ukurannya serta tingkat kerumitan proses pembuatannya. Dari bisnis ini, setidaknya, omzet yang dihasilkan perbulannya bisa mencapai Rp 2 hingga Rp 3 juta.

Source http://www.medanbisnisdaily.com http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/05/28/31652/terinspirasi-dari-mertua-batok-kelapa-jadi-bisnis/
Comments
Loading...