Kerajinan Batok Kelapa Di Padang Pariaman

0 184

Kerajinan Batok Kelapa Di Padang Pariaman

‘Sesuatu yang tidak berharga, jika disentuh dengan cinta, pasti menghasilkan sebuah karya yang bernilai tinggi’. Demikian motto yang ditanamkan Zainal, pria yang disapa Mak Itam bersama empat rekan kerja untuk menghasilkan kerajinan replika wajah berbahan kelapa di jalan Dobi, Kelurahan Kampung Pondok, Padang Barat.

Kerajinan yang ditekuninya sekitar setahun lalu itu kini mulai dilirik oleh wisatawan mancanegara. Namun karena keterbatasan modal, pemasaran kerajinan tersebut terkendala.
Mak itam mengungkapkan, pada tahun 90-an, ia bekerja sebagai buruh lepas bersama warga asing. Tanpa sengaja di lokasi bekerja itu terdapat pajangan wajah warga suku Indian. Ia pun takjub akan pajangan itu.
“Dari situlah awal merintis kerajinan replika wajah ini. Bahan yang digunakan dari limbah, yakni buah kelapa yang sudah hampa dijadikan karya seni bernilai tinggi,” ungkapnya.
Seiring perkembangan zaman, orang-orang paham arti sebuah karya seni. Sejak setahun lalu, mulailah ia serius menjalani usaha tersebut hingga saat ini.
Mak itam juga menambahkan, bahan baku yang digunakan diantar oleh kenalan yang dibeli dengan harga Rp3.000 per butirnya. Ia bisa menyelesaikan tiga replika wajah sehari. Apabila polanya sedikit rumit, dua replika sehari selesai. Omsettnya rata-rata yakni Rp. 150.000 sehari.
“Kerajinan diolah dengan penuh ketelitian. Beragam bentuknya dan tidak ada yang sama, mulai dari replika wajah yang penuh ekspresi serta ragam binatang. Harganya bervariasi tergantung kesulitan, yakni dari Rp50.000 hingga Rp100.000 per karya,” tambahnya.
Usaha kecil ini turut mengajak pemuda sekitar yang menganggur untuk membantu dan diajarkan untuk berkarya. Apalagi di saat pesanan cukup banyak.
“Saat ini, pemasaran terkendala minimnya modal, maka dari itu penuh harapan kepada instansi terkait untuk melirik usaha kecil yang berpotensi besar dalam pariwisata kota ini,” ungkap pria disapa Anton Seblas, yang bertugas memasarkan produk ke hotel dan toko oleh-oleh.
“Kerajinan ini nantinya pasti akan menunjang pariwisata dan mengurangi jumlah pengangguran, namun untuk pengembangan usaha, butuh biaya dan sangat besar harapan dibantu oleh pihak terkait, agar nantinya dimasa MEA usaha kita siap bersaing.”ungkapnya. Kerajinan ini umumnya diminati oleh turis atau wisata mancanegara yang menginap di hotel sekitar.
Source https://hariansinggalang.co.id https://hariansinggalang.co.id/zainal-olah-batok-kelapa-jadi-karya-seni/
Comments
Loading...