Kerajinan Batok Kelapa Di Palu

0 192

Kerajinan Batok Kelapa Di Palu

Limbah batok kelapa bagi masyarakat umum adalah sampah atau limbah. Namun, bagi pemuda yang tergabung dalam Pemuda Pengawu Mandiri (PPM) di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, batok kelapa sebagai potensi.

Pasalnya, PPM mengubah limbah batok kelapa menjadi produk kreatif untuk menhasilkan pundi-pundi uang. Ketua PPM, Fathurrahman, mengatakan, upaya pemanfaatan limbah batok kelapa itu salah satu upaya untuk mendukung program pemerintah dalam melestarikan lingkungan. Saat ini, kata dia, pengelolaan batok kelapa diubah menjadi bahan kerajinan tangan. Sebagai langkah awal, dirinya kini mulai memeperkenalkan usaha kreatif itu kepada pemuda setempat.

“Saya kan pernah mengikuti pelatihan pada kegiatan kampus dulu, tentang pengelolaan limbah batok kelapa, saat ini saya masih mengenalkan kepada rekan-rekan saya disini, betapa pentingnya manfaat batok kelapa bila dikreasikan dalam bentuk kerajinan tangan, jadi tidak harus terbuang begitu saja,” kata Faturrahman.

Namun, hingga saat ini dirinya mengaku masih menggunakan peralatan sederhana. Sehingga, dalam mengajak para pmuda lainnya menjadi pelaku UMKM masih sangat terbatas. Meski demikian, dia memiliki kayakinan, pengembangan kerajinan batok kelapa dapat mengurangi pengangguran di daerahnya bila digeluti dengan baik dan serius.

“Saya kan salah satu guru pertukangan di SLB (Sekolah Luar Biasa) di Kabupaten Sigi, di sana peralatannya lengkap. Jadi, saya dalam sehari bisa membuat aneka kerajinan karena peralatannya mendukung, jadi melalui hal ini, saya terinspirasi untuk membentuk suatu wadah, dengan mengajak beberapa anak muda agar mereka juga mau belajar mengelola batok kelapa menjadi produk unggulan,” katanya.

Di sisi lain, ia bersyukur diberikan akses menjadi guru di SLB yang memiliki peralatan yang cukup lengkap. Sehingga, di akhir pekan dia memanfaatkan mengajak pemuda ke ke laboratorium sekolah, melihat secara langsung praktek pengelolaan batok kelapa dilakukan murid SLB.

Dia mengaku, kini dirinya mulai menyisihkan sedikit penghasilannya untuk membeli peralatan satu demi satu. “Yang utama itu, mesin gergaji khusus untuk membuat kreasi, karena dari alat itu kita bisa buat apa saja, dan saya sudah pesan, tapi untuk sementara mereka masih belajar bersama murid SLB, bila akhir pekan,” ungkapnya

Source https://sultengraya.com https://sultengraya.com
Comments
Loading...