Kerajinan Batu Aji Di Martapura

0 374

Kerajinan Batu Aji Di Martapura

Pasa masa jayanya, kerajinan batu aji menghasilkan rupiah yang tidak sedikit. Pengrajin mencapai 300an lebih. Produk itu termasuk yang rutin ikut dipamerkan ke penjuru Indonesia bersama produk khas Kalsel yaitu Kain Sasirangan, Lampit, dan Berlian.

Medio1980-90an adalah era kejayaan batu bji di Kota Martapura, pada masanya, pengrajin kadang kesulitan menerima orderan kendati jumlah pengrajin mencapai 300an. Mereka biasanya tersebar di Jalan Menteri 4 dan Jalan Pangeran Abdurrahman, Kelurahan Kraton, Martapura. Ragam kreasi mampu mengangkat nama batu aji di kancah nasional.

Sangat lazim pada masanya, tiap acara pisah sambut pejabat di pemerintah, kegitan pelatihan, prajabatan, seminar, kongres, dan ragam pertemuan sampai resepsi perkawinan kurang lengkap tanpa kehadiran batu aji. Kreasi batu aji itu bisa dijadikan kado, kenang-kenangan, dan cinderemata lengkap dengan inisial atau nama yang bisa di pahat di batu aji.

“Tapi itu dulu, sekarang, yang rutin memesan batu aJi hanya DPRD Banjar, mereka sekali mengambil 10 buah,” kata Gauzie AK, yang biasa disapa Ghozie, pemegang mereka dan showroom Batu Aji Hasta Karya di Jalan Pangeran Abdurrahman No 16C RT 23 Kelurahan Keraton, Martapura, Kalsel.

Sayang, kisah sukses dan masa keemasan batu aji berakhir dan menjadi anak tiri di rumahnya sendiri. Kondisi ekonomi membuat produk lokal itu kian terpuruk. Bahkan, batu aji bukan prioritas produk yang rutin ikut pameran. Produk itu tertinggal dari batu berlian, dan produk batu perhiasan lainnya.

Dari cerita Ghozie, Batu Aji salah satu kerajinan khas Kota Martapura Kabupaten Banjar. Keberadaannya semakin terpuruk seperti pepatah “hidup segan mati tak mau”. Terpuruknya kerajinan batu aji karena tak mampu bersaing dengan produk kerajinan baru yang datang dari luar dan dinilai lebih inovatif, menarik dan instan. Ditambah, perhatian pemerintah semakin minim termasuk peminat yang semakin berkurang drastis.

Ghozie yang rutin mengikuti pameran sejak 1989 sampai 2016 tadi tetap prihatin. Sepinya pasaran kerajinan batu aji ini akibat pergeseran zaman yang lebih menyukai produk yang lebih instan. Hanya orang yang cinta dengan beragam batu mau menggunakan produknya.

Bahkan dalam keluh kesahnya, Gauzie mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten Banjar sendiri tak lagi menggunakan kerajinan batu aji dalam setiap kegiatan pemerintah seperti pembuatan plakat maupun cinderamata. Pemerintah Daerah beralih menggunakan produk dari bahan fiber untuk plakat ataupun cinderamata.”Jadi tidak ada lagi pesan batu aji ke kami. Saya sudah mencoba membuatkan plakat untuk Bupati Banjar, maksudnya sebagai usaha menarik beliau kembali menggunakan Batu Aji,” ungkap Ghozie.

Ditengah keterpurukan itu, Ghozie tetap bersyukur, masih bisa bertahan dengan usaha batu aji. Penghasilan yang diperolehnya cukup buat sebulan namun tidak lebih. Dari kalangan lembaga pemerintah daerah setempat yang masih menggunakan kerajinan batu aji tinggal Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar. Wakil rakyat tetap setia menggunakan kerajinan batu aji dalam membuat plakat dan cinderamata.

Jangankan untuk membantu, terang Ghozie, untuk bertahan agat tidak semakin terpuruk sangat sulit. Kendati terpuruk, Ghozie enggan meninggalkan keahliannya tersebut. Bahkan saat dikunjungi di showroom-nya di Jalan Pangeran Abdurrahman tetap semangat memperlihatkan hasil karya mulai gantungan kunci, tasbih, gantungan hape, sampai aneka plakat yang siap diukir. Seluruh motifnya tentu saja khas Kalsel.

Kesedihan Ghozie bukan takut kehilangan penghasilan sebagai pengrajin saja, namun ada hal lain yang membuat lebih sedih yaitu khawatir kerajinan batu aji yang menjadi warisan orang tua terdahulu punah dan tinggal menjadi cerita masa.

Mau tidak mau dan suka tidak suka, Ghozie harus berjuang sendiri agar kerajinan batu aji bisa bertahan dan bersaing dengan produk modern yang semakin menjamur. Ia mengaku tetap aktif mempromosikan sendiri melalui pamflet dan media sosial. Bila ada pameran, ia rela membawa sendiri batu aji ke meja pamer milik Kabupaten Banjar.

Source http://kalsel.prokal.co http://kalsel.prokal.co/read/news/5463-nasib-batu-aji-kerajinan-khas-martapura-yang-kesulitan-cari-pasar.html
Comments
Loading...