Kerajinan Batu Akik Di Aceh

0 195

Kerajinan Batu Akik Di Aceh

Tingginya peminat batu akik atau batu alam dari Aceh, Sumatra Utara. telah membuat warga dari ujung barat Indonesia tersebut ketiban rezeki, saat ini diperkirakan, belasan ribu warga di Serambi Mekah itu mulai berbisnis batu alam tersebut.

Pembisnis batu akik juga tidak hanya berjualan di toko atau di pusat penjualan batu giok. Bahkan emperan toko juga mulai dipakai sebagai tempat penjualan batu yang masih belum diolah itu. Tidak hanya itu, setelah tingginya permintaan batu akik untuk diolah menjadi batu cincin atau menjadi hiasan rumah tangga, pengasah batu tersebut juga menjamur dimana-mana.

Ketua Gabungan Pencinta Batu Alam (GaPBA) Aceh, Nasrul Sufi, menyebutkan, hingga saat ini, jumlah warga Aceh yang mulai berbisnis berbagai jenis batu akik di Aceh mencapai 15.000 orang. Mereka tersebut di sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

“Saat ini berbagai jenis batu akik yang terdapat di Aceh seperti, nefrite, idocrass, solar, cempaka madu, kecubung ametis, sulaiman, badar besi, yakut, lumut merah, teratai, safir dan lainnya, mulai di incar oleh pecinta batu akik,” sebut Nasrul.

Nasrul mengatakan, karena banyaknya peminat batu akik dari Aceh baik itu dari Aceh sendiri, dari beberapa daerah di Indonesi dan dari sejumlah negara lainnya, menyebabkan, warga Aceh yang berbisnis batu akik juga semakin banyak.

Nasrul menyebutkan, setiap bulan, belasan ton batu akik dari Aceh dikirim atau dijual ke luar Aceh baik itu ke sejumlah daerah di Indonesia atau keluar negeri. “Ini terjadi karena banyak orang yang mencari batu alam tersebut,” ujarnya.

Batu alam atau batu akik yang berasal dari sejumlah daerah di Provinsi Aceh, sedang menjadi primadona, ribuan orang mulai berburu berbagai jenis batu alam tersebut, karena harganya yang tinggi. Bahkan, karena keindahannya, batu alam yang berasal dari Serambi Mekkah tersebut, juga mulai dikirim ke luar negeri dan diperjual belikan secara illegal.

Sejumlah masyarakat Aceh menilai, penjualan batu alam seperti jenis giok, cempaka madu dan lainnya secara illegal dan tidak diawasi oleh pemerintah, tidak hanya merugikan masyarakat yang hidup di sekitar pengambilan batu tersebut, pemerintah juga sangat dirugikan, karena pertambangan itu tidak mendatang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Source http://www.sinarharapan.co http://www.sinarharapan.co/news/read/141219068/belasan-ribu-warga-aceh-ikut-bisnis-batu-akik-div-div-div-div-
Comments
Loading...