Kerajinan Batu Akik Di Banyuasin

0 294

Kerajinan Batu Akik Di Banyuasin

Virus Batu Akik sepertinya sudah menyebar ke seantero Negeri (Indonesia) dari mulai kampung-kampung hingga kota-kota besar. Tak sedikit dampak “virus batu akik” membawa berkah bagi kebanyakan orang. Tak terkecuali bagi Hilman & Zuliami, warga jalan simpang 4 Tanah Mas  Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan ini. Keduanya banting stir dari tukang ojek menjadi pengrajin batu cincin.

Pilihan keduanya tak sia-sia alias tidak meleset, pasalnya, dalam sehari keduanya berhasil meraup keuntungan dari para “penggila batu akik” sebesar Rp500.000,-. Sunguh pendapatan yang lumayan ketimbang menjual jasa ojek untuk saat ini.

“ Saya memilih menjadi pengrajin batu akik karena melihat antusias pengemar batu akik ditengah masyarakat dilingkungan saya semakin hari semakin tinggi,” ungkap Hilman salah satunya,  di pinggir  Simpang 4 Tanah Mas tempat dirinya menjajakan batu akik sekaligus menyediakan jasa asah.

Dituturkan Pria yang sebelumnya menekuni jasa antar penumpang mengunakan sepeda motor ini, sebelum menjalani profesi jasa asah dan jual batu akik, dirinya merupakan tukang ojek yang sering ngepos di terminal KM 12 Palembang, bebernya.

Menurut Hilman, dirinya beralih profesi menjadi perajin batu akik berawal banyaknya teman-temannya yang menyukai batu akik untuk mata cinci penghias jari. Ditambah tingginya animo masyarakat lingkungan sekitarnya yang semakin hari semakin meningkat. “ Awalnya aku bikin untuk dipakai, setelah banyak melihat batu cincin buatan saya dan ternyata banyak yang suka. Itu langka awal saya mulai mencoba menekuni sebagai tukang asah dan penjual batu akik dengan membeli mesin asah,”paparnya.

Dengan modal mesin asah sederhana produk China, serta keberanian dengan ilmu coba-coba kata Hilman, dirinya mencoba mengasah batu untuk dijadikan mata cincin. Berkat kebiasaan hingga saat ini, batu akik hasil talenta tanganya mulai disukai pengemar batu akik yang ada dilingkungannya.

Dengan membayar jasa upah sebesar Rp25.000.- per batu cincin, pengemar batu akik sudah mendapatkan satu batu untuk mata cincin dengan batu gratis jenis tertentu (sebelum diolah). Bagi yang memiliki bahan dasar batu akik, tetap sama, tinggal membayar jasa asah.

Adapun Jenis batu yang dikoleksinya baik dalam bentuk batu bongkahan, maupun yang sudah jadi batu mata cincin, mulai dari Batu Teratai, Sarang Tawon, Solar Aceh,Hijau Lumut Kalimaya dan lain sebagainya. Batu-batu tersebut didatangkannya dari luar Banyuasin.

“ Untuk pendapatan per hari sekitar Rp500.000 dari hasil jasa asah serta penjualan batu akik. Dan  alhamdulillah melebihi penghasilanya saat menjadi tukang ojek,”pungkasnya.

Source http://gelagatsumsel.com http://gelagatsumsel.com/berita-1383-momen-virus-batu-akik-tukang-ojek-pilih-jadi-pengrajin-batu-raup-keuntungan-rp500-ribu-per-hari-.html
Comments
Loading...