Kerajinan Batu Akik Di Morowali Utara

0 176

Kerajinan Batu Akik Di Morowali Utara

Salah satu stan pameran batu akik di Palu Grand Mall yang paling banyak dikunjungi penggila batu akik adalah stan Morowali Utara (Morut). Di stand tersebut dipamerkan 23 jenis batu lokal dari bumi Morut.

“Belum semua jenis batu kami pamerkan di sini, setidaknya ada lebih dari 42 jenis batu di Morowali Utara,” kata Tanwir, salah satu pengurus asosiasi batu akik Morut ditemui di sela-sela pameran.

Batu-batu tersebut murni batu lokal yang berasal dari beberapa kecamatan di Morut seperti Petasia, Lembo, Molores, Mohoni, Mamosalato, Sayojaya dan Baturube. Terdapat batu fosil kayu dari Mahoni yang bersinar. Batu Morut sangat terkenal di Jawa, Sumatera bahkan sampai mancanegara.

“Batu Morut sudah sangat terkenal hingga luar daerah, yang paling banyak dipesan warga di luar daerah seperti di Jakarta adalah batu green opal dan oranye,” kata Tanwir.

Istimewanya, batu Morut adalah batu hidup yang bisa bermetemorfosis seperti batu bacan. Keistimewaan lainnya adalah Morut sebagai daerah kaya tambang menyimpan banyak bebatuan yang mengandung mineral dibanding dengan daerah lain di Sulteng.

Batu bacan doko kembang. Mungkin dari bagian pingiran batu bacan. Ada pola warna kuning dan biru.

“Kalau Ternate punya batu bacan, Morut punya batu Oranye Lambolo, dinamakan Lambolo karena batu berasal dari Desa Lambolo, Petasia,” urai Tanwir.

Menurut Tanwir, mereka mengikuti pameran batu akik di Palu untuk memperkenalkan batu-batu Morut. Dalam waktu dekat, akan dibentuk asosiasi batu akik Morut.

Pameran yang diikuti perwakilan Morut dihadiri pembina asosiasi batu akik Morut Idham Ibrahim dan pengurus lainnya btermasuk perwakilan Pemda Morut.

Menurut rencana, setelah asosiasi batu akik Morowali terbentuk mereka akan bekerja sama dengan Pemda Morowali Utara untuk menyusun regulasi mencegah penambangan batu secara besar-besaran serta memperkenalkan batu akik Morut hingga keluar daerah bahkan ke mancanegara.

Source http://www.metrosulawesi.com http://www.metrosulawesi.com/article/batu-akik-morowali-utara-yang-hidup
Comments
Loading...