Kerajinan Batu Alam Karya Mahasiswa Di Aceh

0 123

Kerajinan Batu Alam Karya Mahasiswa Di Aceh

Berawal dari uji coba praktikum mata kuliah, mahasiswa Politeknik Aceh Selatan (Poltas) akhirnya mampu mengolah batu mar mar (batu gajah) menjadi produk bernilai jual tinggi. Selain menjadi bahan latihan untuk mengasah ilmu pengetahuan, produk yang dihasilkan juga telah dipasarkan sampai ke Banda Aceh.

Bahkan, pengolahan batu mar mar itu sudah dianggap mudah oleh para mahasiswa Poltas. Selain didukung dengan ketersediaan peralatan kerja (mesin) yang cukup, ketersediaan bahan baku juga melimpah di daerah itu.

Sayangnya, Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Selatan melalui Kontraktor yang ditunjuk selama ini justru menggunakan bahan baku batu mar mar tersebut untuk membangun proyek tanggul laut (break water) yang jumlahnya sudah mencapai puluhan ribu kubik.

Kepala Laboratorium Poltas, Afdhal menjelaskan, sejak berdiri tahun 2010 Poltas sudah melahirkan alumni dua angkatan. Kampus itu membuka empat program studi, yakni teknik mesin, teknik industri, teknik komputer dan teknik informatika. Khusus bagi mahasiswa teknik industri, teknik pengolahan batu alam menjadi produk bernilai jual tinggi sudah mulai diajarkan sejak semester satu. “Namun teknik pengajaran pengolahan batu alam itu secara full atau totalitas diterapkan pada semester V,” katanya.

Menurut Afdal, setiap mahasiswa ditargetkan harus mampu menguasai ilmu teknik industri khususnya pengolahan batu alam menjadi produk bernilai jual itu sekitar 70 persen, sehingga ilmu yang didapat selama kuliah bisa diterapkan saat telah selesai diwisuda nanti.

Dengan berbekal ilmu yang diperoleh dari kampus tersebut, mahasiswa jurusan teknik industri berhasil mengolah batu alam menjadi produk bernilai jual seperti keramik, meja osin, meja makan, kursi, meja tamu, pass bunga, cangkir, cobek, asbak rokok, toples dan tempat pulpen serta berbagai produk rumah tangga lainnya sesuai permintaan konsumen.

Dia menjelaskan, bahan baku batu alam yang diolah menjadi berbagai produk rumah tangga itu dibeli dari seorang pengusaha batu gajah di Desa Lhok Aman, Kecamatan Meukek, dengan harga satu mobil dump truck mencapai Rp1 juta. Sebagai bahan uji coba, kata Afdal, pihaknya hanya membeli sebanyak lima mobil. Bahan baku sebanyak itu sudah berhasil diolah menjadi sejumlah produk rumah tangga yang bernilai jual tinggi.

“Sebenarnya seluruh wilayah Kabupaten Aceh Selatan mulai Kecamatan Labuhanhaji Barat sampai Trumon Timur mengandung bahan baku batu mar mar dengan ciri khas motif batunya antara satu kecamatan dengan kecamatan lainnya berbeda-beda. Namun, kalau untuk ujicoba ini kami memilih batu alam dari Kecamatan Meukek,” sebut Afdhal.

Untuk satu kubik batu mar-mar ukuran besar, jika diolah bisa menghasilkan sebanyak 12 lembar keramik dengan tebal 12 cm dan panjang 120 cm serta lebar 60 cm. “Selain keramik, batu mar mar tersebut juga bisa diolah dengan menggunakan mesin bubut menjadi perabotan rumah tangga seperti cangkir, guci, toples lengkap dengan tutupnya, pass bunga, cobek, tempat pulpen, asbak rokok, meja osin, meja makan dan meja tamu lengkap dengan daun meja serta beberapa kursi,” sebutnya.

Source https://www.pikiranmerdeka.co https://www.pikiranmerdeka.co/news/mahasiswa-sulap-batu-alam-jadi-produk-bernilai-jual-tinggi/
Comments
Loading...