Kerajinan Batu Bata Dari Cangkang Kerang Simping Di Gresik

0 159

Kerajinan Batu Bata Dari Cangkang Kerang Simping Di Gresik

Batu bata biasanya terbuat dari tanah liat. Tapi dua pelajar asal Gresik ini melihat bahwa ada bahan lain yang bisa digunakan untuk membuat bahan bangunan ini. Hebatnya lagi, batu bata buatan dua pelajar ini dibikin dari limbah.

Dua pelajar ini adalah Miftahul Maulidiya dan Amanda Rizki Maulidiyah. Mereka pelajar kelas 8 MTs NU Trate Gresik. Ide membuat batu bata ini berawal dari banyaknya limbah kerang simping yang mereka lihat di Sukorejo, sebuah kampung nelayan di Gresik.

“Di situ banyak kulit (cangkang) simping yang dibuang begtu saja dan hanya menjadi limbah,” ujar Miftah.

Simping adalah sejenis kerang yang mempunyai cangkang berbentuk bundar. Cangkang simping tidak keras seperti cangkang kerang lainnya. Cangkangnya tipis, rapuh, dan transparan. Dari situ mereka mulai mereka bereksperimen. Selain cangkang simping, mereka juga menggunakan kertas bekas untuk campuran. Sebagai perekat, mereka menggunakan lem yang biasa digunakan untuk bahan bangunan. Untuk tahap awal, simping dan kertas bekas itu direndam selama seminggu di dalam air.

Setelahnya, cangkang simping itu dihancurkan lalu diblender. Kertas bekas juga dihancurkan lalu diblender. Hasil blender cangkang simping dan kertas bekas itu lalu dicampur dengan perbandingan 200 gram cangkang simping dan 100 gram kertas bekas.

Campuran itu kemudian dilumat hingga benar-benar rata. Setelah rata, campuran itu mulai dibentuk menjadi batu bata berukuran 7x22x8 cm. Tak ada pembakaran di sini. Batu bata hasil pencetakan kemudian dijemur hingga benar-benar kering selama 7 hari.

Miftah dan Amanda menyebut batu bata buatannya mempunyai keunggulan dibanding batu bata yang terbuat dari tanah liat. “Ramah lingkungan, lebih ringan, lebih kuat, dan tahan air,” kata Amanda.

Amanda mengatakan batu bata buatannya jelas lebih ramah lingkungan karena dibuat dari limbah. Bandingkan dengan batu bata pada umunya yang dibuat dari tanah liat yang tidak bisa diperbarui. “Kalau tanah liat terus diambil, lahan yang produktif pun akan menjadi tak subur lagi,” ujar Amanda.

Untuk kekuatan, Amanda telah membuktikan dengan tes uji tekan. Sebuah palu yang dijatuhkan dari ketinggian 1 meter membuat batu bata tanah liat hancur. Namun palu yang dijatuhkan dari ketinggian sama tak membuat batu bata cangkang simping jadi hancur. “Tetap kuat, tak hancur,” bangga Amanda.

Untuk berat, batu bata cangkang simping ini mempunyai berat lebih ringan lebih dari separuh berat batu bata tanah liat. Dan untuk keunggulan tahan air, Amanda mempunyai penjelasannya.

“Kedua batu bata ini sama-sama kami rendam ke dalam 2 liter air dengan waktu sama pula. Hasilnya, batu bata kami hanya menyerap 55% air, sementara batu bata tanah liat menyerap 100% air,” lanjut Amanda.

Source https://news.detik.com https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4205044/kreatif-pelajar-mts-ini-sulap-cangkang-kerang-simping-jadi-batu-bata?_ga=2.237619142.772580800.1539741633-1386795037.1535513608
Comments
Loading...