Kerajinan Batu Bata Di Karanganyar

0 176

Kerajinan Batu Bata Di Karanganyar

Bagi perajin batu bata di Karanganyar, Jawa Tengah, kemarau justru menjadi berkah tersendiri. Salah seorang pengrajin, Saliman mengatakan, tingginya intensitas matahari dua bulan belakangan membuat produksi batu bata merah meningkat. Proses pengeringan yang cepat membuahkan peningkatan kapasitas produksi bata.

“Waktu musim hujan nggak bisa cetak secara cepat. Kalau musim kemarau bisa cepat gitu, soalnya kena panas,” kata Saliman.

Saliman menjelaskan di luar musim kemarau waktu satu pekan dihabiskan hanya untuk proses pengeringan. Masa-masa suram itu kini berlalu. Kemarau dimanfaatkan betul untuk menggenjot produksi. Saat ini dalam sepekan, para pengrajin mampu melalui proses pembuatan dari awal hingga jadi bata siap jual dengan cepat. Tahap pencetakan, penjemuran dan pembakaran bisa rampung dalam 7 hari.

Kondisi itu membuat kuantitas produksi pengrajin bertambah. Mereka menghasilkan bata merah dari 400 hingga 700 buah setiap harinya. Peningkatan omzet. Untuk 1.000 bata, pengrajin menjual seharga Rp 600 ribu hingga 700 ribu.

Meski musim kemarau membuat hasil produksi meningkat, bukan berarti proses produksi mulus-mulus saja. Ada tantangan yang dihadapi pengrajin, yaitu angin. Hembusan angin membuat bata yang sedang dijemur mudah pecah.

Menurut Saliman, angin di musim kemarau berhembus cukup kencang. Saliman punya solusi mengatasi hal itu. “Angin kencang seperti ini, cetaknya malem biar nggak gampang pecah,” ujar dia.

Di Kabupaten Karangayar, produksi bata sebagian besar dilakoni petani. Lazim terjadi jika kemarau datang, hampir seluruh petani beralih menjadi perajin batu bata. Laman Pemkab Karanganyar menyebut salah satu sentra produksi bata berada di Dusun Kepuh, Desa Lalung.

Source https://netz.id https://netz.id/news/2017/08/04/00516-01616/1029020817/berkah-perajin-bata-di-gersang-kemarau
Comments
Loading...