Kerajinan Batu Hias Di Nganjuk

0 241

Kerajinan Batu Hias Di Nganjuk

Selain terkenal keindahan alamnya, Sejak dulu Bumi Nusantara, juga merupakan negeri yang terkenal dengan hasil karya seninya. Bahkan Mahakarya spektakuler seperti Candi Borobudur, didaulat sebagai salah satu keajaiban dunia yang merupakan hasil karya tangan terampil penduduk pribumi yang berasal dari bahan baku sumber daya alam asli Indonesia.

Seperti halnya batu akik yang sudah terkenal sebagai hasil karya seni yang indah sejak zaman bahuela. Kini, tangan-tangan terampil penghasil karya seni mulai membuat terobosan baru dengan menyuguhkan karya artistik berupa Batu hias.

Adalah, Nyaman, warga Desa Sambikerep Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk, yang mulai menekuni dunia batu dan menjadi pengrajin batu hias. Setiap hari dia   mencari berbagai jenis batu, seperti batu tawon, batu terate dan batu chalcedony sebagai bahan dasar membuat batu hias,

Hasilnya, sungguh membanggakan, terbukti dengan banyaknya pesanan dari dari dalam maupun luarkota bahkan manca negara.

“Kami merasa kewalahan menerima pesanan batu hias, dalam tiga bulan ini kami kebanjiran pesanan. Sampai akhirnya kami mengajak teman-teman dan tetangga untuk mengerjakan pesanan. Itung-itung membuka lapangan pekerjaan.,”ucap Nyaman.

Ditambahkan, pendapatan sebagai pengrajin batu hias ini cukup besar. “Kami berusaha mengajari para pemuda untuk pengolahan batu ini, supaya mempunyai nilai seni dan nilai jual yang tinggi,” lanjut Nyaman. Sebab nilai jual bahan batu hias mentah ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan batu yang telah diolah menjadi batu hias.

Jika dari tangan penambang harga batu tersebut sebesar Rp 20 ribu per-kilogramnya, namun setelah diolah menjadi batu hias harganya bisa mencapai Rp 10 juta per-buah. Disamping itu, jika batu khas Desa Sambikerep ini dikelola dengan baik, dan masyarakat diberi wawasan serta pembelajaran tentang mengelola batu menjadi batu hias, maka masyarakat dapat melestarikan batu-batu tersebut agar tidak dijarah orang tidak bertanggung jawab atau dieksploitasi keluar negeri. Bahan baku batu hias teratai, tawon dan batu berkelas lainnya mulai sulit didapat.

Sumber adakitanews.com menyebutkan, batu yang didapat juga bisa dibuat untuk batu akik, namun cenderung dibuat untuk batu hias sebagai hiasan di taman maupun di dalam rumah yang nilai seninya sangat tinggi. Bahkan pangsa pasar batu hias sudah meluas. Sebab pembeli batu hias ini datang dari Surabaya, Bali, Jakarta hingga ke mancanegara seperti, Jepang, China dan Korea.

Sementara itu, Kepala Desa Sambikerep Kecamatan Rejoso, Agus Juhandoko mengatakan, pihaknya sangat mendukung dengan hasil karya warganya yang bisa membuka lapangan kerja baru ini. “Kami akan berupaya meminta bantuan kepada instansi terkait agar diberikan bantuan peralatan untuk pengolahannya, karena ini merupakan salah satu asset Kabupaten Nganjuk yang sdudah merambah ke manca negara ,”terang Kades Agus.

Source https://www.adakitanews.com https://www.adakitanews.com/kerajinan-batu-hias-nganjuk-tembus-mancanegara/
Comments
Loading...