Kerajinan Batu Mulia Di Sinjai

0 219

Kerajinan Batu Mulia Di Sinjai

Jika selama ini Kabupaten Sinjai lebih dikenal sebagai daerah penghasil ikan dan aneka buah-buahan serta berbagai tanaman komoditas lainnya yang bernilai dollar, kini, daerah yang berjuluk tiga dimensi ini karena wilayah geografisnya yang terdiri dari pesisir/pulau, dataran, dan perbukitan/pegunungan, juga mulai mendapat pengakuan sebagai salah satu daerah yang mengandung potensi bongkahan batu mulia yang tersebar pada hampir seluruh wilayahnya, sehingga dalam beberapa waktu terakhir ini, tidak sedikit pengrajin, pencinta, dan kolektor batu mulia dari berbagai daerah dan provinsi di Indonesia, semakin aktif melakukan perburuan bongkahan dan serpihan batu mulia di sudut-sudut wilayah Kabupaten Sinjai.

Daeng Emba, salah seorang pengrajin asal bantaran Sungai Teko Dusun Takkuro Kelurahan Samaenre Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai, mengakui jika pencarian yang dilakukannya bersama beberapa orang temannya di Sinjai ini, sudah berlangsung cukup lama, dan tidak sedikit bongkahan maupun serpihan yang telah kami dapatkan dan sudah kami olah dalam bentuk permata cincin yang kemudian terjual laris di pasaran, karena memang hasilnya sangat menakjubkan, bahkan berdasarkan pengakuan para konsumen kami, keindahannya lebih berkelas disbanding dengan batu permata sejenis yang didapatkan dari daerah lain, sehingga harganya pun kami pasarkan melebihi harga rata-rata yang ada di pasaran.

Dalam setengah hari pencarian, Daeng Emba bisa mengumpulkan bongkahan dan serpihan 7 sampai 10 karung pupuk pada satu wilayah bantaran sungai tanpa harus bersusah payah berjalan jauh menelusuri panjangnya bantaran sungai, karena memang bongkahan batu yang tergelatak baik pada pinggiran sungai maupun yang terendam pada kedalaman air sepuluh centimeter sangat mudah ditemukan, walaupun secara kasat mata, kelihatannya tampak seperti bongkahan batu biasa lainnya, namun kalau kami yang sudah terbiasa mengidentifikasinya, tidak lagi kesulitan untuk memilih dan memilahnya mana yang terbaik, mulai dari yang pekat sampai tembus cahaya yang dapat menampilkan kemilau keindahan urat-uratnya.

Selain, bongkahan dan serpihan akik, Daeng Emba juga menuturkan jika Sinjai memiliki kekayaan berbagai jenis fosil kayu, kerang, dan beberapa jenis buah yang belakangan ini terbukti sangat disenangi para kolektor baik di Makassar maupun Kalimantan dan Jawa, bahkan beberapa langganannya di Negara serumpun Malaysia, Singapur, dan Korea sangat menggemarinya, utamanya jenis fosil kelor dan kerang laut. Jika mereka kebetulan berada di Indonesia atau Makassar, mereka pasti mendatangi tempat saya, untuk memborong permata jenis fosil yang telah kami bandrol mulai dari harga Rp.500.000 sampai dengan puluhan juta rupiah.

Yang menarik dari penuturan Daeng Emba adalah pengakuannya yang serius jika para konsumennya itu tidak mengetahui asal permata yang dijualnya, karena selain dirinya yang memang tidak pernah menjelaskan daerah asal batu permatanya, dia pun jujur mengakui jika batu yang kebanyakan sejenis akik belum punya nama sebagaimana lazimnya dengan batu permata asal daerah lain, namun baginya itu bukan masalah untuk mereka melakukan pemasaran, karena tampaknya para kolektor, pencinta dan pembeli, dapat mengidentifikasinya sendiri jenis-jenis batu yang kami jual, walaupun tidak jarang saya merasa tergelitik dan harus menahan tawa, jika para langganannya menyebut nama permatnya persis sama dengan nama permata yang menggunakan nama sebuah pulau tempat asal batu itu.

Source https://www.kompasiana.com https://www.kompasiana.com/boedik/54f5d267a333111f1f8b4641/berbagi-rezeki-dengan-batu-mulia-sinjai
Comments
Loading...