Kerajinan Batu Mulia Di Surabaya

0 203

Kerajinan Batu Mulia Di Surabaya

pengrajin batu mulia, Liliek asal Surabaya Jawa Timur yang melakukan pencarian bongkahan di sekitar wae pellae Tondong Desa Kampala Kecamatan Sinjai Timur, juga menuturkan jika dirinya mampu menembus pasar permata di Surabaya dan Rawa Bening Jakarta dengan mengandalkan batu permata asal Sinjai yang telah diolahnya, meskipun dia sendiri harus mengakui jika jenis batu permata yang dijualnya belum punya nama khusus sebagaimana umumnya dengan batu permata yang lain, namun bagi Liliek, itu bukan masalah karena rata-rata pembelinya mengetahui jenis permatanya yang kebanyakan akik dan fosil. Yang membedakan dengan kebanyakan batu sejenis, permata asal Sinjai khususnya yang tembus cahaya jika disorot dengan lampu senter, batu itu kelihatan lebih berkilau dengan pancaran warna yang berbeda dengan warna asli fisik batunya, begitu juga dengan serat serta urat-uratnya menunjukkan kelasnya sendiri yang mencitrakan jenis dan karakternya sendiri, sehingga memang beda dengan batu lainnya.

Relasi Lilik di Surabaya dan Jakarta yang membantunya memasarkan batu permata hasil olahannya, tak henti-hentinya meminta suplay tambahan, karena menurutnya permatanya sekarang memang sedang laris manis, sehingga Lilik pun memilih untuk lebih berkonsentrasi mengumpulkan bahan dan mengolahnya untuk kemudian dikirim dalam bentuk permata tanpa pengikat. Harganya pun bervariasi tergantung jenis batunya, tetapi yang pasti harga terendah setiap permata Rp.200.000,- dan harga tertinggi yang sudah laku sebesar Rp. 7.125.000,- itupun baru satu biji untuk sejenis permata yang menyerupai permata Junjug Derajat dengan keunikannya yang khas.

Untuk mempercepat proses pengolahan bongkahan menjadi batu permata, Lilik menggunakan jasa pengrajin lokal Sinjai dengan peralatan seadanya dan upahnyapun relatif lebih murah tanpa merinci besarannya, karena upah jasa itu berbeda dengan tarif yang dikenakan pada masyarakat umum yang hanya berstatus pemakai, sehingga demi kelangsungan dan kemajuan para pengrajin, Lilik tak ingin menjelaskan upah yang dibayarkan untuk setiap bongkahan.

Source https://www.kompasiana.com https://www.kompasiana.com/boedik/54f5d267a333111f1f8b4641/berbagi-rezeki-dengan-batu-mulia-sinjai
Comments
Loading...