Kerajinan Batu Nisan Di Samarinda

0 281

Kerajinan Batu Nisan Di Samarinda

Tidak hanya para pedagang kembang yang mengalami peningkatan omzet saat memasuki bulan Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 1438 Hijriah. Pengrajin batur atau kijing makan juga kebagian orderan.

Para pengrajin batur atau kijing nisan makam di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), mengaku mengalami peningkatan pesanan dengan berbagai ukuran dibandingkan dengan hari biasa. Para pemesanmya pun tidak hanya dari Kaltim. Pemesan juga datang dari sejumlah wilayah di Sulawesi dan di Pulau Jawa.

Pada umumnya, warga memanfaatkan momentum jelang Ramadhan dan hari raya untuk berziarah ke makam keluarga masing-masing dan sekaligus membangun makam anggota keluarganya yang telah meninggal dunia.

Batur atau kijing makam saat ini tidak hanya sebagai penanda makam. Batur atau kijing makan sudah menjadi petunjuk strata sosial orang yang dimakamkan.

Jika dahulu orang yang dianggap mampu hanya membangun pagar atau memasang keramik makam kerabatnya, saat ini batu kijing dilihat dari ketinggian susunan kayu yang digunakan. Ditambah lagi berbagai tuiisan kaligrafi Arab yang menunjukan betapa religiusnya pemilik makam.

Semakin tinggi kayu yang disusun di atas makam semakin mahal harga batur, apalagi yang digunakan adalah kayu ulin atau kayu besi, kayu yang saat ini harganya 5-6 juta per kubik.

Selain itu, pengerjaannya sangat rumit. Meski sudah menggunakan alat modern namun para pengrajin/ harus bekerja ekstra hati-hati dan penuh kecermatan. Mulai dari menyiapkan pondasi makam hingga menulis kaligrafi Arab yang semuanya harus dikerjakan secara cepat namun tetap berhati-hati.

Pemilihan kayu ulin sebagai bahan baku dilakukan karena kayu yang keras dan bisa bertahan hingga puluhan tahun. Satu unit batur atau kijing makam butuh waktu pembuatan selama tiga hari jika dikerjakan satu orang. Namun karena tingginya order menjelang lebaran, pembuatannya harus menambah pekerja dan mengerjakamnya secara bersama-sama hasilnya.

Misal, seorang pengrajin Eko Gatot Maryono. Dalam sehari, ia bisa membuat 3-4 batur kijing makam.

“Yang jelas, peningkatan itu ada sekitar 15 sampai 25 persen. Bahkan orderan-orderan untuk lebaran haji sudah mulai masuk. Naiknya ini sudah sejak dua bulan sebelum puasa sampai lebaran haji. Yang jelas signifikan. Kalau hari-hari biasa sih, biasa aja. Tidak seberapa. Yang mesan sampai keluar daerah Jawa dan Sulawesi,” ujar Eko Gatot.

Meski permintaan batur atau kijing makam cukup tinggi menjelang Ramadan dan Idulfitri sesuai dengan tradisi masyarakat setempat, namun Eko tidak menaikkan harga jual batur atau kijing makam. Sesuai daftar yang tertera, Eko menjual batur atau kijing makam dari harga Rp1.5 juta hingga Rp7 juta rupiah.

Source http://www.kliksamarinda.com http://www.kliksamarinda.com/berita-5961-jelang-ramadan-dan-idulfitri-pesanan-nisan-meningkat.html
Comments
Loading...