Kerajinan Batu Onyx Di Bojonegoro

0 478

Kerajinan Batu Onyx Di Bojonegoro

Lereng Gunung Kramat dan Gunung Gajah di Desa Jari, Kecamatan Gondang, yang terletak sekitar 70 kilometer di selatan Kota Bojonegoro, sejak tiga puluh tahun terakhir dikenal sebagai tempat penambangan batu onix. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pertambangan Kabupaten Bojonegoro, diperkirakan luas tambang onix di wilayah itu mencapai 335,5 hektar, dengan jumlah tonase mencapai 2.333.438 ton.Kerajinan onix di desa ini pernah mencapai kejayaan sebagai produk unggulan Kabupaten Bojonegoro, ketika dikelola oleh PT Industri Marmer Indonesia Tulungagung (PT IMIT) yang beroperasi pada tahun 1977 hingga 1992.

Menurut S Karno, Kepala Desa Jari, yang juga pemilik ruang pamer (show room) Santhi Onix, awal mula batu onix di desanya menjadi terkenal saat 1973, contoh batu yang digali dari pegunungan di desanya dibawa ke pengelola marmer di Tulungagung. Setelah disurvei ternyata batu itu bagus kualitasnya. Lantas pada 1977, didirikan PT IMIT, sebuah BUMN, di lokasi tambang. “Pada saat itu, bisa dikatakan tahun keemasan bagi kerajinan onix di Bojonegoro. Khususnya di desa Jari ini. Jalan sekitar desa diaspal dan banyak menyedot ratusan tenaga kerja dari warga desa, ” cerita Karno.

Namun entah karena apa, lanjut Karno, pabrik ternyata tutup pada 1992 dan sahamnya dijual kepada PT Gajah Perkasa dari Surabaya. Namun, peralihan manajemen itu, tidak mampu membangkitkan usaha kerajinan onix sebab sejak saat itu, pabrik tidak pernah beroperasi lagi. Setelah mengalami mati suri, kini kerajinan onix dilanjutkan oleh S. Karno sendiri. Sejak 1994 dia merintis usaha kerajinan dengan mendirikan UD Santhi Onix. Lantas dia mencoba menawari beberapa orang bekas karyawan pabrik untuk meneruskan kerajinan onix.

Rintisan yang dilakukan Karno, akhirnya menggeliat, ketika ada pemesan dari luar kota bahkan luar negeri. Barang yang dipesan mulai kerajinan berbentuk telur, patung, tegel lantai, lantakan dinding, papan nama, pilar, meja dan kursi, serta vandel. Karno menjelaskan, memproduksi barang kerajinan dari batu onix membutuhkan modal besar. Karena itulah tak banyak bekas karyawan yang bersedia melanjutkan. Sebab untuk mendapatkan batu onix harus membayar penggalinya. Belum lagi butuh mesin gergaji dan poles.

Jumlah warga yang diajak bekerja untuk memproduksi barang kerajinan di rumahnya tergantung dengan jumlah pemesanan barang. Kalau pas ramai bisa 20 orang. Ketika sepi pesanan hanya butuh 5 orang saja. Setiap onix dibeli Rp 400 per kg. Penggergaji batu digaji Rp 20 ribu per hari. Ongkos membuat kerajinan diupah Rp 25 ribu per hari. “Khusus mengambil batu onix di dalam tanah dibutuhkan pekerja yang sudah berpengalaman, ” kata Karno. Setiap penambang onix dapat menghasilkan batu sebanyak 30 kg. Balok onix lalu dipahat sesuai pesanan. Setelah itu dipoles. “Kalau ramai order bisa untung Rp 30 juta per bulan, namun pas sepi hanya untung Rp 5 juta hingga Rp 8 juta yang cukup untuk biaya kerja saja,” ujarnya.

Source https://nasional.kompas.com https://nasional.kompas.com/read/2008/11/22/22315912/perajin.batu.onyx.bangkit.lagi
Comments
Loading...