Kerajinan Batu Onyx Di Gresik

0 346

Kerajinan Batu Onyx Di Gresik

Ratusan patung berbagai bentuk memadati salah satu ruangan di kantor PT Mahsun Jaya Onyx Bawean. Karya seni itu berwarna nyaris senada, putih bercampur semburat kecokelatan. Kesan seni terasa kuat saat benda-benda yang tercipta dari batu tersebut dipandangi. Pahatan dan ukiran halusnya tampak indah. Bentuknya pun bermacam-macam.

Salah satunya, papan catur di tengah ruang tamu. Bidak caturnya mirip dengan produk bentuk kayu. Selain itu, ada kerajinan yang berbentuk hewan. Misalnya, kuda, burung garuda, gajah, dan singa.

’’Awalnya, ya gumpalan batu besar. Dipecah, lalu diolah menggunakan tangan dan mesin,’’ ungkap Manajer Marketing PT Mahsun Jaya Onyx Bawean Fakhrur Rozi.

Lelaki berusia 44 tahun tersebut menuturkan, semua benda yang terpajang itu merupakan pesanan. Sebagian besar masih akan dipoles ulang. Tujuannya, lebih mengilap lagi.

Industri marmer Bawean di Desa Kertosono, Sidayu, bisa dibilang usaha pengolahan yang terbesar. Jumlah perajin batu itu mencapai lima orang.

Pengusaha batu onyx asal Pulau Putri, sebutan Bawean, memang banyak. Namun, lebih banyak yang bergerak ke penjualan produk mentah.

Industri kerajinan tersebut baru berdiri awal 2015. Namun, produk dari usaha yang memiliki 22 pekerja itu sudah merambah pasar ekspor. Ada barang yang sudah dikirim ke Taiwan dan Hongkong. Di pasar domestik, banyak konsumen dari Pulau Kalimantan yang memesan. ’’Setiap bulan, ada 30 produk kerajinan yang terjual. Memang, ada yang ke luar negeri meski belum banyak,’’ kata Rozi, sapaan akrab Fakhrur Rozi.

Harga barang produksi pun bermacam-macam. Yakni, mencapai Rp 200 ribu sampai Rp 15 juta. Harganya bergantung bentuk, kualitas, dan tingkat kesulitan proses pembuatan. Industri marmer di Desa Kertosono itu lahir atas inisiatif sejumlah pengusaha Gresik terhadap potensi batu khas Bawean. Salah seorang penggagasnya, Jazilul Fawaid.

’’Potensi batu onyx Bawean masih terpendam. Batu lebih banyak dibawa dan diproses di Tulungagung. Padahal, di sini tidak kekurangan tenaga ahli,’’ tuturnya.

Dia dan kawan-kawannya lantas berkreasi. Mereka mengumpulkan para perajin untuk diajak mandiri. Saat ini jumlah tenaga terampil pun terus bertambah. Mereka memiliki delapan perajin. Jumlah itu belum cukup bila banyak pesanan.

Mereka lantas menggerakkan masyarakat sekitar untuk membantu. Sistemnya, model borongan. Kabar keunggulan produk industri Desa Kertosono tersebut pun terus menyebar.

Sejumlah kontraktor bangunan senior asal Malaysia dan Kanada mengunjungi lokasi pengolahan beberapa bulan lalu. Mereka menyatakan ingin belajar cara mengubah batu menjadi benda antik. Mereka konsentrasi mengamati proses produksi di sana.

’’Sejak itu, produk kami bertambah laris. Kami mencoba menggenjot produksi,’’ ujarnya.

Sebulan, industri mampu menghasilkan 750 produk kerajinan. Jumlah tersebut masih belum ditambah dengan produk keramik dan tembok. Meski begitu, Rozi mengaku bahwa industri kerajinan batu onyx masih memiliki banyak kendala. Pemasarannya masih terhambat. Konsumen memang meningkat, tetapi masih belum melampaui produksi Tulungagung. Masyarakat masih lebih tertarik mengambil dari kabupaten yang bertetangga dengan Trenggalek tersebut. Kini dia dan teman-temannya berupaya memperluas pasar. Salah satunya, membuka galeri produk.

Source https://www.jawapos.com https://www.jawapos.com/read/2016/08/01/42420/mengintip-industri-kerajinan-batu-onyx-bawean-di-desa-kertosono-sidayu-gresik
Comments
Loading...