Kerajinan Batu Satam Di Belitung Timur

0 215

Kerajinan Batu Satam Di Belitung Timur

Para pemburu batu langka menyebutnya Batu Satam, batu berwarna hitam berserat indah yang disebut-sebut berasal dari langit (batu meteor) yang jatuh ke bumi. Batu Satam merupakan batuan khas Indonesia yang ditemukan di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung.

Maka wajar kemudian masyarakat setempat mengolahnya menjadi kerajinan tangan (handycraft) dan menjadikannya sebagai ikon daerah. Replika batu ini sebagai ikon daerah dapat ditemukan di puncak monumen lima pilar yang berada di pusat Kota Tanjungpandan.

Konon Batu Satam yang berwarna hitam dengan guliran serat ini cuma ada di beberapa daerah saja di bumi, salah satunya Belitung Timur. Batu ini merupakan meteor yang jatuh ke bumi ribuan tahun lalu. Daerah lain yang memiliki batu mirip dengan Batu Satam yakni Australia, Cekoslovakia dan Arab.

Batu Satam pertama kali ditemukan di Pulau Belitung di Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit pada 1973. Batu ini ditemukan secara tidak sengaja oleh penambang timah beretnis China di kedalaman 50 meter.

Konon penamaan Batu Satam ini didasarkan pada nama penemunya yang terdiri dari dua suku kata, yaitu ‘Sa’ yang berarti pasir dan ‘Tam’ yang berarti empedu. Sehingga Satam memiliki arti empedu pasir. Batu Satam juga memiliki beberapa nama yakni Taktite dan Billitonit.

Istilah Taktite ini digunakan oleh para ilmuan yang meneliti Batu Satam, sedangkan istilah Billitonit digunakan oleh seorang peneliti dari Belanda bernama Wing Easton untuk menyebut “batu dari Belitung Timur”.

Wing Easton melakukan penelitian terhadap Batu Satam sekitar 1922. Batu satam juga sudah diuji oleh Fakultas MIPA Universitas Padjajaran dan Laboratorium Kimia Mineral dan Lingkungan. Menurut penelitian ilmiah, konon sekitar 700 ribu tahun lalu, sebuah meteor jatuh ke bumi Indonesia. Meteor inilah yang kemudian menjadi cikal bakal Batu Satam.

Karena tergolong langka, maka Batu Satam ini harganya pun mahal. “Katanya sih itu dari batu meteor, langka, cuma ada di 4 daerah di dunia. Saya beli satu sudah diikat dengan cincin, harganya Rp 215 ribu,” kata Idris seorang pelancong yang berkunjung ke Belitung Timur beberapa waktu lalu.

Untuk batu ukuran kecil yang sudah diikat dengan cincin, kata Idris, batu itu bisa dibilang mahal. Sementara untuk batu segede jempol tangan tanpa diikat cincin, dia melanjutkan, harganya antara Rp 800 ribu sampai Rp 1 jutaan.

Source https://www.merdeka.com https://www.merdeka.com/peristiwa/batu-satam-batu-meteor-khas-belitung-timur-yang-mendunia.html
Comments
Loading...