Kerajinan Batu Ukir Menjadi Replika Hewan Di Pare-Pare

0 119

Kerajinan Batu Ukir Menjadi Replika Hewan Di Pare-Pare

Kreativitas para penggemar batu tidak hanya mengolah batu mulia itu menjadi cincin, liontin, (kalung), namun pencinta batu jenis Sisik Naga (Septarian Noudles) di Parepare, Sulawesi Selatan, juga membuat bongkahan batu mulia itu menjadi miniatur binatang, seperti ular, kura-kura, komodo, dan anjing.

H. Faizal warga Jalan Veteran, Ujung Bulu, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, mengaku tertarik corak dan raga dari batu mulia itu, yang serasi digunakan sebagai aksesoris di ruang tamu. “Awalnya, dari hasil bincang-bincang dengan teman-teman dan ide ini lalu tercetus, ” kata Faizal.

Faizal mengatakan miniatur ular piton setinggi 50 centimeter itu dengan berat 3 kilogram dipatok dengan harga Rp 15 juta per buah, sementara replika binatang yang berukuran kecil dibanderol Rp1-4 juta. Jika dibandingkan dengan membeli batu cincin, replika hewan dari bongkahan batu mulia ini lebih murah.

Selain miniatur untuk binatang, dia juga akan membuat replika perabot rumah tangga berbahan bongkahan batu mulia. Hasil kreativitasnya berbahan bongkahan batu mulia itu masih tahap permulaan. Nanti akan dikembangkan sesuai pesanan dan dipasarkan ke luar Kota Parepare.

Pengerajin batu mulia asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Imran, mengatakan sebelumnya bebatuan beraneka corak dan motif yang ditemukan di Sungai Duri, Kabupaten Enrekang itu belum memiliki nama. Namun ketika diikutsertakan dalam konteks batu akik di Makassar, ada yang memberi nama Sisik Naga. “Jadi sejak itulah batu mulia ini dinamakan Sisik Naga,” kata Imran saat mengikuti pameran batu Akik di Mall Pinrang, Februari lalu.

Imran, warga Jalan Andi Sulolipu Kelurahan Masampu, Kecamatan Taneta Riatang, Kabupaten Bone itu mengaku tidak sengaja menemukan bebatuan itu pada 5 Februari 2014 silam. Waktu itu dia sedang berlibur di daerah Duri, Kabupaten Enrekang dan menyempatkan diri mencari batu di sebuah sungai di kampung itu. Saat itulah dia menemukan bebatuan yang kemudian diberi nama Sisik Naga.

Penggemar batu DR Romi ini mengatakan, kualitas batu mulia yang banyak ditemukan di Kabupaten Pinrang, Barru, dan Enrekang memiliki corak yang beragam dan berkualitas. Kualitasnya bisa bersaing dengan bebatuan berkelas internasional, seperti batuan jenis Bacan.

Source https://travel.tempo.co https:/https://nasional.tempo.co/read/650009/pengrajin-batu-akik-ukir-batu-jadi-replika-hewan/travel.tempo.co/read/1142656/tacun-kasser-mengubah-batu-akik-menjadi-miniatur-cantik
Comments
Loading...