Kerajinan Bedug Di Banyumas

0 184

Kerajinan Bedug Di Banyumas

Kerajinan beduk di Banyumas terus berkembang, bahkan kini melayani permintaan dari luar pulau. Jumlah pemesan meningkat dua kali lipat selama Ramadan. Suara mesin serut terdengar dari sebuah gedung berukuran sekitar 4×6 meter di Desa Keniten, Kedungbanteng Banyumas. Bunyinya nyaring terdengar hingga ratusan meter. Adalah Tabsyir yang mengoperasikan mesin itu.

Satu persatu batangan kayu dengan panjang 1 meteran yang ada di tangannya itu dihaluskan permukaannya. Setelah halus, kayu itu disusun menjadi sebuah tabung. Kayu direkatkan dengan lem dan paku mengelilingi sebuah kayu berbentuk lingkaran. “Tabung ini untuk membuat beduk. Diameternya berukuran 50 cm,” kata lelaki yang bekerja di tempat kerajinan genjring dan bedug Nurul Ikhsan Cheirudin.

Tabsyir mengatakan sudah lima tahunan ini dia bekerja sebagai pembuat beduk. Menurut dia, untuk menyusun kayu-kayu itu menjadi sebuah tabung cukup dilakukan sendirian. Pembuatan tabung beduk berukuran sedang itu biasanya rampung dalam sehari. Selanjutnya, tabung itu akan melewati sejumlah tahapan mulai dari melapisi permukaan dengan dempul, pemasangan kulit hingga pengecatan. Pekerja lainnya Ghufron juga terlihat sibuk. Dia tengah memotong kayu untuk membuat silang tempat dudukan beduk.

Pemilik usaha kerajinan genjring dan beduk Nurul Ikhsan Cheirudin, Muhammad Yusuf mengatakan, saat Ramadan tiba, pesanan pembuatan beduk di tempatnya meningkat. Dia menyebutkan peningkatannya mencapai dua kali lipat daripada hari biasa. Biasanya dalam sebulan dia bisa memproduksi sekitar lima beduk dengan berbagai jenis ukuran.

Dia mengatakan pesanan datang dari berbagai daerah. Baik dari sekitar Banyumas maupun luar pulau. Dia menyebutkan, pernah mendapat pesanan dari Kepulauan Riau. Lama pembuatan beduk bervariasi tergantung ukuran. Menurut Yusuf, proses pasang kulit, untuk beduk berukuran kecil yaitu ukuran diameter 40-50 cm biasanya rampung dikerjakan dalam seminggu. Sedangkan untuk ukuran besar dengan diameter 1 meter lebih bisa memakan waktu sebulan, bahkan lebih.

Di tempat Yusuf, beduk yang diproduksi mulai dari ukuran diameter 40 cm sampai 1 meter lebih. Harganya juga tergantung ukuran. Yaitu di kisaran Rp 1,5 juta sampai Rp 30 jutaan. “Kami juga menerima perbaikan atau servis. Biaya servis paling kecil Rp 900 ribu. Biasanya ganti kulit dan pengecatan ulang,” katanya.

Bahan kayu yang dipakai Yusuf untuk membuat beduk adalah kayu trembesi yang didatangkan dari daerah Sampang, pinggiran hutan. Menurutnya kayu jenis itu sudah terbukti awet. Sementara untuk kulit yang dipakai adalah kulit sapi. Satu lembar kulit sapi masih basah dengan berat 35 kg biasanya dibelinya dengan harga Rp 1 juta. Kulit tersebut bisa dipakai untuk dua beduk berukuran sedang dan kecil.

Yusuf menceritakan, usaha kerajinan beduk tersebut ditekuninya sejak tahun 1993. Dia bersama istrinya, Umi Kholifah hanya melanjutkan usaha sang mertua. “Dulu hanya ikutan mertua, lalu melanjutkannya sampai sekarang,” katanya.

Di awal usaha, Yusuf hanya dibantu oleh dua orang. Namun sekarang sudah ada enam warga setempat yang ikut bekerja di tempatnya. Menurut Yusuf, pemesan datang langsung ke rumahnya. Pemesan beduk rata-rata adalah pengelola masjid, musala maupun pengurus pondok pesantren. Yusuf tak pernah mematok uang muka yang harus dibayarkan. Setiap kali ada pesanan, berapapun uang muka yang diterima akan dia kerjakan.

Selama sekian tahun menggeluti usaha beduk, ada masa yang membuat Yusuf terkesan. Dia pernah menerima pesanan dari sebuah pondok di Jawa Timur. Dua buah beduk berukuran besar, yaitu diameter 1,5 meter. “Mintanya cepat, jadi kami buru karena mau dipakai acara peresmian masjid. Kami kerjakan selama dua bulan,” katanya.

Yusuf lupa menyebutkan kapan saat itu. Namun seingat dia, pengambilan pesanan dilakukan memakai kontainer. Warga setempat banyak yang nonton saat itu. Di Desa Keniten hanya ada dua orang perajin beduk. Di tempat yang tak jauh dari rumah Yusuf ada juga tempat pembuatan beduk milik Taufik Amin. Taufik tak lain adalah kakak Yusuf yang sebelumnya membangun usaha bersama.

Source http://jateng.tribunnews.com http://jateng.tribunnews.com/2015/06/23/beduk-buatan-yusuf-banyumas-dihargai-rp-30-jutaan
Comments
Loading...