Kerajinan Bedug Di Bogor

0 290

Kerajinan Bedug Di Bogor

Ramadan menjadi bulan penuh berkah bagi Abdul Sholeh. Warga Kampung Tipar RT 03/04 Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi ini selalu kebanjiran pesanan bedug jelang hari raya Idul Fitri.

Untuk tahun ini, pria yang tetap gagah di usia sepuhnya itu mengerjakan 500 pesanan bedug sejak pertengahan Ramadan. “Alhamdulilah kalau menjelang lebaran begini suka ada saja yang memesan,” ujarnya.

Tangan Pak Haji-panggilan akrabnya- sangat piawai mengubah kulit kambing dan sapi jadi bedug. Ia sudah mengeluti kerajinan tersebut sejak berusia 16 tahun. Selain warisan keluarga, bedug merupakan mata pencahariannya.

Namun semenjak ada speaker di masjid, ia hanya memprduksi bedug jelang hari raya Idul Fitri saja.  “Kalau untuk kulit bedug, bisa pakai kerbau dan banteng atau bisa kuda juga.

Tapi yang yang paling mudah itu kambing. Selain biaya lebih murah, paling banyak diminati masyarakat,” bebernya.

Abdul menyebut, kulit sapi putih lebih baik dari sapi coklat. Selain lebih tebal bisa menghasilkan suara dentuman menggema.  Untuk membuatnya, dilakukan perendaman selama sepuluh menit. “Jangan terlalu lama nanti bisa rusak, karena dijemur dengan cara dihampar agar tidak mengkerut,” tuturnya.

Proses penempelan kulit bedug pada drum bekas diperlukan teknik khusus. Meskipun hanya menggunakan besi, kayu dan tali. Tidak sampai memakan waktu satu jam bedug pun dijemur di bawah terik sinar matahari. Tujuannya, agar kulit kering dan menghasilkan suara bagus.

Untuk harga, Abdul membanderol bedug buatannya sebesar Rp500 ribu per unit. Sedangkan kulit kambing dijual Rp150 ribu. “Kalau pemesan punya drum bekas dan bahan kulit, bisa saya bikin dengan harga Rp75 ribu saja,” pungkasnya.

Source https://bogor.pojoksatu.id https://bogor.pojoksatu.id/baca/para-pengrajin-bedug-di-bogor-kebanjiran-pesanan-jelang-lebaran
Comments
Loading...