Kerajinan Bedug Di Tanah Abang, Jakarta

0 289

Kerajinan Bedug Di Tanah Abang, Jakarta

Kesibukan perajin beduk dadakan di bulan Ramadan meningkat. Contohnya di lokasi pembuatan beduk, kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kulit kambing pilihan dipisahkan dari dagingnya, dibentangkan pada bingkai kayu, dijemur sampai kering dan tidak berkerut.

Jika cahaya matahari terik, proses pengeringan kulit kambing memakan waktu 1-2 hari. Kulit yang sudah kering, direndam dalam air agar lentur saat dipasang di rangka beduk berupa drum. “Kulit kambing dijemur, diangkat, direndam 3-5 jam. Diangkat, baru dipasang,” tutur Fatullah perajin beduk dadakan di Tanah Abang.

Sebelum menyatukan kulit kambing dengan drum, disiapkan dulu rangka pengikat yang terbuat dari besi dan baut. Rangka berbentuk ring ini menahan kulit kambing agar terpasang dengan kencang. “Membuat rangka besi enggak lama, paling-paling 1/4 jam. Yang agak lama mengelasnya,” ujarnya.
Setelah kulit, rangka dan drum disiapkan, maka tinggal dirangkai menjadi beduk. Dalam satu jam pengerjaan, Fatullah bisa menghasilkan dua beduk. Dalam sehari Fatullah mampu membuat 30 beduk dalam berbagai ukuran.
“Kalau sudah ada rangka besi, tinggal pasang. Satu jam bisa selesaikan dua beduk, enggak terlalu lama,” Fatullah.

Menurut Fatullah tak terlalu sulit memperoleh bahan baku beduk. Bahan baku utama seperti kulit kambing, diperolehnya sendiri dari setiap aktivitas jagal yang dilakukan di rumah potongnya. “Kulit kambing saya ada sendiri. Di sini kan saya usaha (ternak) kambing, ada potong (jagal) juga,” terangnya.

Sedangkan, bahan baku lain seperti drum diperoleh dari sejumlah pabrik kimia di sekitar Angke, Jakarta Utara. “Kalau drumnya dari bekas minyak wangi, saya dapet dari pabrik kimia, di Jembatan Lima (Angke),” jelas Fatullah.
Fatullah melakoni pekerjan sebagai perajin beduk dadakan selama 15 tahun terakhir. Setiap Ramadan, dia dibantu beberapa karyawan memproduksi beduk. Setelah Lebaran usai, Fatullah kembali menjalani bisnis utamanya yaitu berdagang kambing. “Masuk Ramadan, baru produksi. Kalau sehari-hari enggak, dagang kambing,” pungkas Fatullah

Source https://finance.detik.com https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3522536/mengintip-perajin-beduk-dadakan-di-tanah-abang?_ga=2.139156531.1231937105.1524013499-1302190192.1524013499
Comments
Loading...