Kerajinan Bedug Mini Di Cianjur

0 270

Kerajinan Bedug Mini Di Cianjur

Sejak memasuki awal bulan Ramadhan, sejumlah pengrajin bedug mengaku kerap kebanjiran pesanan. Pasalnya, momentum tersebut banyak dimanfaatkan para Dewan Keluarga Masjid (DKM) yang ingin memperbaiki seraya mengganti kulit bedug mereka yang sudah robek ataupun yang sudah tidak layak pakai lagi.

 

Ismail, salah seorang pengrajin bedug yang biasa mangkal di Jalan KH Saban, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan Cianjur. Ismail mengaku sudah bergelut di bidang ini selama kurun waktu kurang lebih sebelas tahun. Selama itu pula ia kerap kebanjiran pesanan tiap memasuki bulan Ramadhan. Namun, yang spesial tahun ini, Ismail mulai dibanjiri pesanan bedug berukuran kecil yang terbuat dari kaleng cat bekas.

“Peminat bedug yang ukuran kecil lumayan banyak. Sehari bisa membuat sekitar 15 buah dibantu satu orang teman. Kalau untuk penjualannya, kadang-kadang satu hari bisa mencapai lebih dari 15 buah,” ungkapnya.

 

Bedug berukuran kecil tersebut ia patok seharga Rp120 ribu hingga Rp150 ribu per buah. Ismail pun mengaku tak menduga, kini banyak masyarakat yang juga menggemari bedug yang berukuran kecil. Saking besarnya minat masyarakat membeli bedug ukuran kecil, terkadang Ismail merasa cukup kerepotan melayaninya.

 

“Bedug ukuran kecil ini terbuat dari kaleng cat dengan diameter sekitar 20 centimeter. Padahal pembeli dalam sehari bisa mencapai lebih dari 15 orang yang memesan,” imbuh dia sambil memeriksa kulit bedugnya.

Oleh karena itu, untuk Ramadhan tahun ini, Ismail menyediakan sedikitnya 150 buah bedug ukuran kecil sebagai stok. Bedug mini tersebut ia buat dari kulit kambing yang bahan bakunya diperoleh dari Bogor dan Bekasi. Sementara untuk badan bedug yang terbuat dari kaleng cat bekas, ia pasok dari Tangerang.

 

“Soalnya kan di Cianjur jarang ada kulit kambing. Sama dengan kaleng cat juga dari Tangerang. Kalau di Cianjur, paling cari kaleng ke tukang rongsokan. Itu juga kadang-kadang susah didapat, soalnya kaleng bekas cat pasti dihancurkan pengepul,” ucapnya.

 

Lain hal dengan penjualan kulit bedug ukuran besar yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau. Untuk satu lembar kulit sapi ukuran besar saja, ia patok dengan kisaran harga yang bervariatif, mulai dari Rp900 ribu hingga Rp1,2 juta. Biaya tersebut, kata Ismail, sudah termasuk biaya pemasangan oleh pengrajin.

“Dalam sehari, kalau dari hasil penjualan bedug ukuran besar, bisa mengantongi uang mencapai Rp3 juta sampai Rp4 juta,” beber Ismail.

 

Kebanyakan yang memesan, masih kata Ismail, bukan hanya dari kawasan Cianjur saja. Beberapa pembeli dari kawasan lainnya seperti Bogor, Jonggol, Bandung, Padalarang, Ciamis, sampai ke Karawang sudah berlangganan ke lapak Ismail.

 

“Pemesan bilang, bedug dari Cianjur selain bagus juga kalau dihitung harganya jauh lebih murah. Yang dari Bandung malah sudah jadi langganan tetap,” akunya.

Saat ditanya soal penjualan tahun ini, Ismail belum bisa memastikan apakah pesanan bedug di lapaknya mengalami peningkatan atau bahkan penurunan. Pasalnya, melihat peluang bisnis yang cukup menjanjikan, hingga kini pengrajin bedug juga kian berjamuran di Cianjur.

Source https://cianjur.pojoksatu.id https://cianjur.pojoksatu.id/baca/bedug-ukuran-mini-laris-manis-di-cianjur
Comments
Loading...