Kerajinan Bedug Mondo Di Kediri

0 226

Kerajinan Bedug Mondo Di Kediri

Bulan Ramadan menjadi berkah bagi semua orang, tak terkecuali bagi Imam Muhsin. Pria yang menggeluti usaha membuat bedug ini selalu dibanjiri pesanan setiap bulan puasa tiba. Dalam satu minggu Imam bisa menerima pesanan hingga 12 bedug.

Siang itu sekitar pukul 11.00 WIB, Imam Muhsin sedang sibuk mengecat badan bedug. Imam dan dua putranya sedang mengejar waktu menyelesaikan pesanan bedug selama bulan ramadan ini. Pasalnya bedug yang sedang dikerjakannya tersebut akan segera diambil pemesannya.Suasana sebuah rumah di Desa Mondo, Kecamatan Mojo,  tampak penuh ramai. Seorang pria berusia 61 tahun dibantu dua orang pemuda sedang sibuk membuat sebuah bedug. Ketiganya sedang menata bedug-bedug yang dalam proses pengerjaan.

Ya, Imam adalah salah satu pengusaha bedug di Desa Mondo Kecamatan Mojo. Pria berusia 61 tahun ini telah puluhan tahun menggeluti usaha membuat bedug. Meskipun sering mengalami pasang surut, Imam tetap mempertahankan bisnisnya hingga saat ini.

Bulan Ramadan merupakan bulan yang selalu ditunggu Imam. Bukan tanpa alasan hal tersebut diharapkannya. Setiap menjelang bulan suci ramadan, bapak empat putra ini mendapat banyak pesanan. Tidak hanya dari Kediri, namun pesanan juga datang dari luar kota seperti Tulungagung, Jakarta, Bali, dan Sulawesi.

Seperti pada awal bulan ramadan ini, Imam mendapat pesanan membuat 12 buah bedug. Pesanan tersebut meningkat tiga kali lipat jika dibandingkan dengan hari biasa. Pada bulan-bulan sebelumnya dia hanya mendapat pesanan satu bedug dalam satu bulan. Maksimal Imam hanya menerima pesanan bedug sebanyak 4 buah.

Dalam bulan ramadan ini, Imam mendapat keuntungan berlebih. Untuk bedug dengan ukuran kecil, Imam mematok harga Rp 3,5 juta. Sementara untuk ukuran sedang dia biasa memasang harga Rp 6 juta. Sedangkan bedug ukuran besar bisa mencapai puluhan juta.

Meski dibanjiri pesanan, Imam tidak ingin membuat bedug secara asal-asalan. Dia tetap mempertahankan kualitas bedug buatannya. Hal ini dilakukan untuk menjaga hubungan baik antara dia dan konsumennya.

Dalam membuat bedug Imam memiliki syarat tersendiri. Imam menggunakan kayu terembesi sebagai bahan baku utamanya. Kayu tersebut dia dapatkan dari luar kota seperti Tulungagung, Malang, dan daerah lainnya. Tidak hanya kayu, Imam juga memiliki syarat dalam pemilihan kulit sapi.

Untuk mendapat bunyi suara yang bagus, Imam menggunakan kulit sapi betina. Menurutnya dengan menggunakan kulit sapi betina, gemetar bedug saat dipukul lebih nyaring dari pada menggunakan kulit sapi jantan. Begitu pula pemilihan jenis sapi, Imam tidak menggunakan jenis sapi Brahma.

Source http://koranmemo.com http://koranmemo.com/menengok-aktivitas-pengrajin-bedug-mondo/
Comments
Loading...