Kerajinan Benang Antihan Di Purbalingga

0 116

Kerajinan Benang Antihan Di Purbalingga

Desa Tumanggal Kecamatan Pengadegan, Purbalingga terkenal dengan kerajinan benang antihan yang dikerjakan oleh masyarakat setempat sejak puluhan tahun lalu. Sayangnya para pengrajin antihan belum mampu memproses benang kapas ini menjadi produk yang lebih berdaya saing. Pengrajin kondisinya ibarat hidup segan mati tak mau.

Kepala Desa Tumanggal Surati mengatakan  kerajinan benang antihan yang sudah ada sejak tahun 80-an hingga kini belum bisa berkembang karena masih dikerjakan secara tradisional. Produk kerajinan berupa benang antihan belum bisa dibuat kain tenun  karena terkendala belum adanya ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin).

“Sekarang perajinnya sudah mencapai 300-an orang dengan produksi benang rata-rata tiap bulan mencapai 2 ton. Seluruhnya dikirim ke Pekalongan atau Yogyakarta,” katanya.

Untuk bisa mewujudkan keinginannya agar desanya mampu memproduksi Kain Tumanggal, dirinya meminta pemerintah daerah membantu pengadaan ATBM. Harapannya dengan adanya fasilitasi dari pemkab, derajat kesejahteraan warganya dapat meningkat karena dapat memproses benang antihan menjadi kain tenun yang nilai ekonomisnya lebih tinggi.

Melihat potensi yang dimiliki Tumanggal, Plt Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) saat mengunjungi pengrajin benang antihan  berjanji akan memfasilitasi dan mendukung semua potensi yang ada di Desa Tumanggal. Alasanya, Desa Tumanggal merupakan salah satu desa merah atau desa miskin yang harus ditingkatkan produktifitasnya agar mampu meningkatkan kemandirianya.  “Saya minta Disperindag memberikan fasilitas alat tenun. Saya kira bisa dianggarkan pada 2019 mendatang,” imbuhnya.

Source http://www.wawasan.co http://www.wawasan.co/home/detail/5540/Pengrajin-Benang-Antihan-Hidup-Segan-Mati-Tak-Mau
Comments
Loading...