Kerajinan Benang Gelasan Di Sumedang

0 132

Kerajinan Benang Gelasan Di Sumedang

Musim penghujan yang tidak menentu dikeluhkan sejumlah pengrajin benang gelasan laying-layang. Sebab, saat musim hujan omset pendapatan berkurang hingga ratusan juta rupiah.

“Ya, mayoritas warga disini sebagai buruh pembuat benang gelasan untuk laying-layang namun, jika saat musim penghujan tiba permintaanpun tidak ada, otomatis penghasilan para pekerja berkurang,” ungkap Aidha (38), salah seorang pengrajin gelasan warga Dusun Sirnamulya RT 01/02 Desa Kutamandiri Kecamatan Tanjungsari.

Biasanya, lanjut Ia, pada setiap tahun banyaknya permintaan mulai bulan Desember hingga bulan Juni, tetapi setelah bulan-bulan tersebut menjadi dilematis bagi para pengrajin.

“Selain kami meyakini bahwa layang-layang merupakan ciri khas bermain anak-anak Pulau Jawa, namun manakala musim penghujan datang, secara ekonomi menjadi salahsatu kerugian bagi para pengrajin, oleh sebab itu kami berharap solusi yang terbaik bagaimana, khususnya dari pemerintah,” ujarnya.

Iapun menyampaikan, produksi benang gelasan didaerahnya mulai ramai sejak tahun 1980 hingga sekarang, pemasaranpun kini sudah sampai ke Provinsi Jawa Timur.

“Awalnya, saya mempekerjakan 25 orang, tapi kini tersisa 15 orang. Penyebab dari berkurangnya pegawai dapat dikatakan dari fackor musim hujan hingga mereka merasa bingung saat tidak ada orderan,” paparnya.

Selain itu, lanjut Aidha, pihaknya sangat berterimakasih apabila pemerintah turut memberikan solusi yang terbaik terkait dengan permasalahan yang menimpa para pengrajin benang tersebut.

Source http://rri.co.id http://rri.co.id/bandung/post/berita/321529/ekonomi_dan_bisnis/pengrajin_benang_gelasan_harapkan_pemerintah_berikan_solusi_terbaik.html
Comments
Loading...