Kerajinan Benang Rajut Di Binong Jati

0 235

Kerajinan Benang Rajut Di Binong Jati

Sudah 2 minggu benang rajut dengan warna-warna dasar menghilang dari pasaran. Jika kondisi ini terus berlanjut, pengrajin rajut di sentra industri rajut Binong Jati khawatir gulung tikar. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Asoasiasi Pengusaha Rajut Binong Jati, Suyono Wondo saat dihubungi detikbandung,.

“Warna-warna (benang rajut – red) untuk fashion saat ini mengilang dari peredaran. Warna-warna dasar seperti hitam dan putih sudah tidak ada, bahkan warna putih sudah 2 minggu ini hilang,” kata Wondo, panggilan akrabnya.

Menghilangnya warna-warna dasar tersebut, Wondo mengatakan bisa terjadi karena beberapa sebab. Namun menurutnya ada dua penyebab utamanya, yakni pabriknya yang belum optimal memproduksi karena baru beroperasi setelah libur lebaran atau karena ulah spekulan.

“Ini ada dua penyebab. Bisa karena pabriknya yang baru beroperasi setelah libur lebaran. Atau ini ulah spekulan yang menimbun warna agar mendapatkan keuntungan dari permainan harga,” terang Wondo.

Jika kondisi seperti ini terus berlanjut, Wondo mengaku khawatir akan keberlangsungan industri rajut di Binong Jati.

“Bagi kami pengusaha UKM, mau harga naik juga kami hanya bisa pasrah. Asalkan bahan baku tersedia, kami masih bisa bertahan. Pilihannya tinggal menaikan harga atau mengurangi profit. Biasanya kami, para pengusaha UKM terpaksa mengurangi profit,” pungkasnya.

Selama ini kebutuhan benang rajut di Binong Jati mencapai 10 ton per hari. Dari benang tersebut diolah menjadi rajutan dan Binong Jati sanggup memproduksi 3 ribu lusin.

Source https://news.detik.com https://news.detik.com/jawabarat/1020300/pengrajin-binong-jati-menjerit-benang-rajut-hilang-di-pasaran
Comments
Loading...