Kerajinan Benik Batok Di Sragen

0 227

Kerajinan Benik Batok

Banyak perajin yang berada di Sangiran, antara lain perajin batik yang terkonsentrasi di Desa Pungsari Kecamatan Plupuh, kerajinan batu bertuah yang berada di Desa Krikilan, sentra penghasil mebel di Kecamatan Kalijambe dan sentra kerajinan benik batok yang terpusat di Dusun Sendang Desa Bukuran.

Bagi masyarakat umum, tempurung kelapa mungkin dianggap tidak berguna. Namun bagi para perajin, tempurung kelapa justru dimanfaatkan untuk bahan kerajinan. Sebagian warga yang tinggal di sekitar Sangiran hidup sebagai petani, namun banyak pula yang menggeluti usaha kerajinan, diantaranya dengan memanfaatan tempurung kelapa. Sisi kreatif ditunjukkan masyarakat dengan dimanfaatkannya tempurung kelapa hingga memiliki nilai jual. Sisa tempurung kelapa tidak dibuang begitu saja, tapi dibuat jadi arang, yang sudah dipasarkan ke sejumlah kota.

Bapak Kemis salah seorang perajin benik batok, diketahui bahwa kerajinan ini sudah digeluti sekitar 5 (lima) tahun. Peralatan yang digunakan oleh perajin merupakan modal sendiri. Awal mula menggeluti kerajinan batok ialah mengikuti tetangga yang sudah terlebih dulu mengerjakan kerajinan. Hasil kerajinan ini dikumpulkan oleh pengepul Bapak Bagong Suramin. Dalam  sehari dapat menghasilkan sekitar 10.000 benik. Bahan baku tempurung kelapa didatangkan dari pasar dan warung sekitar. Hasil dari pembuatan kerajinan ini menurut Bapak Kemis lumayan digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Potensi kerajinan yang besar di kawasan Situs Sangiran dapat disinergikan dengan pelestarian Situs yang akhirnya akan berdampak pada kesejahteraan warga sekitar

Source Kerajinan Benik Batok Di Sragen Kerajinan Benik Batok Di Sragen
Comments
Loading...